Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Pekerja Lokal Bojonegoro Terserap Proyek?

M. Yusuf Purwanto • Jumat, 16 September 2022 | 16:54 WIB
Ilustrasi (AINUR OCHIEM/RDR.BJN)
Ilustrasi (AINUR OCHIEM/RDR.BJN)
BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Ratusan proyek infrastruktur di Bojonegoro tahun ini mulai banyak kontraktor lokal jadi pemenang lelang. Sehingga penyerapan tenaga kerja lokal lebih baik dari tahun lalu.

 

Berdasar pengamatan Jawa Pos Radar Bojonegoro di laman layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Bojonegoro, kontraktor asal Bojonegoro kerap memenangi lelang. Sayangnya secara data jumlah tenaga kerja terserap masih belum rampung diinvetarisasi.

 

Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Slamet menyampaikan, sudah mengirim surat guna mendata pekerja lokal terserap proyek infrastruktur. Surat ditujukan ke dinas PU bina marga dan penataan ruang, dinas perumahan, kawasan permukiman, dan cipta karya, dinas PU sumber daya air, dan dinas lingkungan hidup (DLH).

 

“Perkiraan datanya sudah terkumpul semuanya sekitar November,” bebernya.

 

Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Bojonegoro Yudi Wahyumaniaji mengatakan, kondisi tahun ini lebih baik dari tahun lalu. Proyek-proyek pagu di bawah Rp 15 miliar sebagian besar dimenangkan kontraktor asal Bojonegoro.

 

“Kalaupun ada yang luar daerah itu biasanya benderanya dipakai oleh orang Bojonegoro. Tahun ini lebih baik dari tahun lalu,” ujar pria asal Kelurahan Banjarejo, Bojonegoro Kota itu.

 

Menurutnya, terkadang tak sedikit kontraktor lokal itu enggan mengajukan penawaran harga. Kenyataannya ketika lelang antarkontraktor saling banting harga. Bahkan penawaran harganya kurang rasional yakni menawar hingga 20 persen.

“Menurut kami penawaran harga rasional itu maksimal di angka 10 hingga 15 persen,” tutur Yudi.

 

Karena banyak kontraktor lokal menang lelang, Yudi berasumsi banyak pekerja lokal terserap. Tapi, tergantung jenis proyeknya. Kalau proyek jalan, drainase, pelindung tebing sungai dan trotoar itu tidak butuh banyak pekerja. Bahan materialnya sudah buatan pabrik, di lokasi proyek tinggal dipasang.

 

“Perkiraan kalau harga proyeknya sekitar Rp 10 miliar itu hanya butuh 20 pekerja,” katanya.

 

Penyerapan pekerja paling banyak kalau jenis proyek pembangunan gedung. Proyek senilai Rp 1 miliar ke bawah setidaknya butuh 25 hingga 50 pekerja. “Kalau proyek pembangunan gedung DPRD tentu menyerap ratusan pekerja,” ungkapnya.

 

Humas BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bojonegoro Ade Prasetyo menyampaikan, saat ini jumlah kepesertaan jasa konstruksi (jakon) sebanyak 14.443 peserta. Meliputi pekerja proyek migas maupun proyek infrastruktur. Selain itu, jumlah peserta kategori penerima upah ada 51.851 dan peserta bukan penerima upah sebanyak 5.099.

 

Menurut Ade, ada dua program jaminan jakon yakni jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM). Premi JKK dan JKM bervariasi tergantung nilai kontrak. (bgs/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto
#JKM #Pekerja Lokal #JKK #Inftrastruktur #bojonegoro #Proyek