Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Perlu Waktu Pulihkan Terminal Padangan, Bojonegoro

M. Yusuf Purwanto • Sabtu, 11 Juni 2022 | 18:34 WIB
BELUM RAMAI: Penumpang berjalan di Terminal Padangan. Terminal di ujung barat berbatasan dengan Cepu, Blora, ini masih sepi. (M. IRVAN RAMADHON/RDR.BJN)
BELUM RAMAI: Penumpang berjalan di Terminal Padangan. Terminal di ujung barat berbatasan dengan Cepu, Blora, ini masih sepi. (M. IRVAN RAMADHON/RDR.BJN)
BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Terminal Padangan berada tidak jauh dari Jembatan Padangan-Kasiman. Bersebelahan dengan pasar tradisional, juga dekat dengan Perempatan Padangan. Namun, suasana Teminal Padangan masih sepi.

 

Berkurangnya penumpang di terminal kini dikelola Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur itu sejak pendemi korona. Sehingga perlu waktu untuk memulihkan jumlah penumpang.

 

Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro Rabu (8/6) lalu , kondisi Terminal Padangan sepi. Hanya terdapat beberapa pengemudi ojek menunggu penumpang. Para ojek segera beranjak dari tempat duduknya ketika ada bus Bojonegoro-Ngawi tiba dan menawarkan jasa angkutan penumpang.

 

Kasubbid Sarana dan Prasarana Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Bojonegoro Ramses Panjaitan mengatakan, Terminal Padangan merupakan milik Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim. Bus di terminal tersebut trayek Bojonegoro-Ngawi, Bojonegoro-Cepu, dan Surabaya-Cepu.

 

Ramses menjelaskan, terminal di wilayah barat Bojonegoro itu sepi akibat pandemi korona. Ekonomi belum pulih sepenuhnya membuat tidak banyak masyarakat bepergian, termasuk pekerja menggunakan kendaraan umum, khususnya bus. “Tidak banyak orang yang bekerja membuat bus sepi penumpang,” ungkapnya.

 

Menurut Ramses, banyaknya masyarakat sudah memiliki kendaraan pribadi turut berpengaruh. Penumpang bus tidak ramai karena masyarakat memilih berpergian menggunakan kendaraan pribadi, khususnya motor.

 

Ramses mengaku untuk memulihkan jumlah penumpang perlu waktu. Tentu menyesuaikan kondisi pandemi korona yang baru saja mereda. Selain itu, pihak pemprov juga sudah mewajibkan kendaraan umum untuk selalu masuk ke terminal. Sehingga terminal bisa hidup.

 

Pihaknya menilai keberadaan terminal berdampak bagus pada ekonomi masyarakat sekitar. Adanya penumpang di terminal akan meningkatkan pendapatan penjual.

 

“Terminal penting, simbiosis mutualisme atau saling menguntungkan antar terminal dan pedagang,” jelasnya. (irv/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto
#bupati bojonegoro #anna mu’awanah #bojonegoro #Terminal