Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Dulu Kuburan Kembar Bikin Merinding

M. Yusuf Purwanto • Jumat, 6 Mei 2022 | 14:35 WIB
PUSARA: Gapura Makam Kembar sisi barat. Saat ini banyak penerangan sekitar TPU. (M. Nurcholis/RDR.BJN)
PUSARA: Gapura Makam Kembar sisi barat. Saat ini banyak penerangan sekitar TPU. (M. Nurcholis/RDR.BJN)
BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Lokasi cukup ikonik dan menjadi salah satu urban legend Bojonegoro ialah kuburan kembar di Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro Kota. Zaman dulu ketika mendengar kuburan kembar, pasti yang diingat suasana angker ketika melintasinya.

 

Karena memang dulu sangat minim penerangan jalan dan kuburan selalu identik dengan angker. Kuburan kembar ini karena ada jalan beraspal membujur utara selatan yang dihimpit dengan kuburan. Satu lokasi itu ada tiga kuburan. Tentu, ketika malam menjadi tantangan ketika melintasinya.

 

Kepala Desa (Kades) Sukorejo Budi Suprayitno mengatakan, label angker pada kuburan kembar memang tak terelakkan. Karena di zaman dulu saat melintasinya malam hari kondisinya gelap, sepi, dan banyak pohon besar menaungi jalan.

 

“Dulu semasa kecil, kalau sudah malam pasti orang menghindari melintas Kuburan Kembar. Karena tak dipungkiri bikin merinding. Kondisinya gelap, jalan belum bagus, dan sisi utara kuburan belum ada rumah. Hanya ada sawah dan rawa,” kata Budi.

 

Sejauh ini, menurut sepengetahuannya, Kuburan Kembar tidak pernah dikultuskan untuk hal-hal berbau musyrik, meski dilabeli angker. Karena memang Kuburan Kembar sekaligus kuburan leluhur Desa Sukorejo yakni Mbah Singonoyo. “Kalau pun ada yang berniat musyrik, tidak akan direstui leluhur kami Mbah Singonoyo,” bebernya.

 

Joni Susanto pemerhati sejarah Bojonegoro mengatakan, bahwa label angker Kuburan Kembar tak lepas dari ketakutan mayoritas manusia dengan gelap dan kuburan yang mana isinya orang meninggal. Ditambah lagi, di sisi selatan kuburan kembar juga ada area kuburan milik RSUD Sosodoro Djatikoesoemo untuk memakamkan jenazah tanpa identitas atau mr-X.

 

Jadi dalam satu area itu ada tiga kuburan. “Di wilayah manapun, kuburan sudah hampir pasti dicap angker. Kemudian ada banyak cerita mistis berkembang di tengah masyarakat, akhirnya semakin takut melintasinya. Contoh di Jakarta ada TPU (Taman Pemakaman Umum) Jeruk Purut yang juga jadi urban legend,” terang warga Desa Sukorejo itu.

 

Salah satu cerita secara turun temurun pernah ia dengar terkait angkernya Kuburan Kembar itu beberapa kali pedagang kaki lima tiba-tiba tanpa sadar tersesat di dalam kuburan. Karena katanya saat melintasi itu tidak sepi, ada banyak orang mau beli dagangannya.

 

Sementara itu, Farid salah satu pemuda Desa Sukorejo merasa angkernya kuburan tergolong normal. Menurut pemuda kelahiran 1995 itu kuburan kembar lebih banyak dilabeli angker oleh warga luar Desa Sukorejo. “Sedangkan warga asli Desa Sukorejo sudah biasa, jadi tidak terlalu takut secara berlebihan,” jelasnya. (bgs/rij)

 

Photo
Photo
REMANG-REMANG: Ruas jalan di antara Makam Kembar. Satu area ini terdapat tiga makam sekaligus. (M. Nurcholis/RDR.BJN) Editor : M. Yusuf Purwanto
#bupati bojonegoro #anna mu’awanah #Kuburan Kembar #bojonegoro