BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Rumah-rumah warga di kawasan Tempat Penimbunan Kayu (TPK) di Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro Kota, kerap dilanda banjir ketika usai hujan deras. Warga butuh dibuatkan tanggul untuk mencegah air masuk ke permukiman dan mengalir ke saluran yang memadai.
Winarti warga Desa Sukorejo Kecamatan Kota memilih mengungsi di rumah sanak saudaranya tidak jauh dari TPK. Ia kondisi sakit, selain itu rumah saudara ditempati debit airnya lebih rendah dibanding rumahnya. "Kalau di sini hanya semata kaki. Sedangkan di rumah saya hampir setengah betis, terlebih kalau di luar justru sekitar pinggang," katanya sambil duduk di kursi dengan genangan air di dalam rumah.
Winarti berharap ada penanganan dari pemerintah agar banjir tidak lagi menghantui saat musim hujan dengan intensitas tinggi. Menurutnya, perlu dibangun tanggul membendung air agar tidak masuk permukiman warga. "Dibuat tanggul memutar, agar air tidak masuk di sekitar rumah warga," terangnya
Hal itu juga menjadi keinginan Ina Suryaningsih, salah satu warga sekitar TPK. Menurut dia, perlu ada tanggul di bagian selatan dekat kali avur Kecamatan Kapas agar air tidak masuk menggenangi rumah warga. Sudah dipastikan ketika hujan deras, rumah warga akan kebanjiran. Kondisi tersebut tentunya berdampak aktivitas warga. Terlebih jika dalam rumah terdapat orang sakit.
"Semoga saja ada perhatian agar warga tidak gelisah saat hujan deras tiba," ungkapnya.
Selain itu, menurut Ina, perlu dibuatkan saluran air tersendiri untuk permukiman dekat TPK. Kali berada di samping Jalan Monginsidi tidak cukup menampung debit air saat hujan deras. "Ketika sudah meluber air tidak bisa ke mana-mana," katanya.
Ina menerangkan, banjir surut bisa berhari-hari, bahkan pernah ia alami sampai seminggu baru bisa surut. Apalagi ketika musih hujan seperti saat ini. "Air yang menggenang ditambah hujan lagi, banjir tidak jadi surut," keluhnya. (luk)
Editor : M. Yusuf Purwanto