Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Proyek Rumah Pompa Banjir Bojonegoro Terancam Molor

M. Yusuf Purwanto • Jumat, 3 Desember 2021 | 21:46 WIB
Proyek Rumah Pompa Banjir Bojonegoro Terancam Molor
Proyek Rumah Pompa Banjir Bojonegoro Terancam Molor

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Dua proyek pembangunan rumah pompa pengendali banjir di Desa Semanding, dan Kalirejo terancam molor. Karena progres kedua proyek Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Bojonegoro hingga di penghujunhg tahun ini masih di bawah 50 persen.
Menurut Kepala Bidang (Kabid) Operasional dan Pemeliharaan Dinas PU SDA Bojonegoro David Yudha Prasetya, kemungkinan hingga akhir Desember ini progresnya masih di angka 70 persen. “Kemungkinan akan lewat tahun dua proyek tersebut. InsyaAllah bisa terselesaikan 100 persen,” tutur David.
Kendala yang dihadapi naik turunnya debit air, sebab lokasinya berada di aliran anak sungai Bengawan Solo. Meski dibendung, air tetap masuk. “Tidak hujan pun airnya tetap penuh. Karena memang lawannya Bengawan Solo,” katanya.
Nantinya akan dibuatkan addendum karena melewati tahun 2021 dengan masa penyelesaian 50 hari. Konsekuensinya, rekanan akan kena denda maksimal 5 persen. “Kami cerita apa adanya, kondisi riil di lapangan. Tidak mungkin saya bilang pasti bisa rampung 100 persen, karena siapapun bisa menghitung progresnya,” bebernya.
David menjelaskan, rumah pompa pengendali banjir  nantinya berfungsi untuk mengurangi beban rumah-rumah pompa lain di Bojonegoro. Seperti rumah pompa di Banjarejo, Ledok Kulon, dan Karangpacar. Juga harapannya bisa mengatasi genangan air di wilayah perkotaan saat musim hujan.
Adapun rumah pompa pengendali banjir itu akan diisi satu unit pompa terlebih dahulu. Karena harganya lumayan mahal. Pihaknya perlu mengevaluasi dulu kinerja pompa pengendali banjir itu. Sebab, targetnya satu rumah pompa itu dipasang tiga unit pompa pengendali banjir.
“Kami pengadaan satu unit dulu, setidaknya bisa mengurangi banjir genangan di wilayah kota. Kami evaluasi dulu,” tuturnya.
Berdasar data dari laman layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Bojonegoro, dua proyek pembangunan rumah pompa pengendali banjir dibagi menjadi empat paket proyek.
Di antaranya pembelian pompa air di Desa Kalirejo pagu senilai Rp 4,2 miliar dengan pemenang lelang Imaza Sabda Perkasa asal Purworejo, Jawa Tengah. Harga penawarannya Rp 4 miliar.
Lalu, proyek pembangunan rumah pompa pengendali banjir di Desa Kalirejo pagu senilai Rp 3,35 miliar dengan pemenang lelang CV Wijaya Karya asal Blora, Jawa Tengah. Harga penawarannya Rp 2,7 miliar.
Kemudian, lelang pagu pembelian pompa air di Desa Semanding Rp 3,7 miliar dimenangkan CV Tamaro Nusantara asal Tangerang, Banten dengan harga penawaran Rp 3,5 miliar.
Sedangkan lelang pagu proyek pembangunan rumah pompa pengendali banjir di Desa Semanding Rp 3,35 miliar dimenangkan CV Putra Kelana asal Kabupaten Tuban dengan harga penawaran Rp 2,6 miliar.

Editor : M. Yusuf Purwanto
#bupati bojonegoro #bengawan solo #anna mu’awanah #bojonegoro