RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Layanan bus sekolah gratis di Kabupaten Blora segera beroperasi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora saat ini tengah menuntaskan proses administrasi berupa balik nama kendaraan sebelum bus bantuan pemerintah pusat tersebut mulai melayani para pelajar.
Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perumahan, Permukiman, dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Kabupaten Blora, Sunyoto, mengatakan proses balik nama menjadi tahapan terakhir sebelum bus dapat dioperasikan.
"Bus ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat. Saat ini kami masih menyelesaikan proses balik nama yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Setelah proses tersebut selesai, bus baru bisa dioperasikan," ujarnya.
Menurut Sunyoto, biaya balik nama kendaraan mencapai sekitar Rp50 juta. Sementara itu, anggaran operasional bus masih menunggu pengesahan dalam APBD Perubahan 2026.
"Biaya balik nama sekitar Rp50 juta. Untuk operasional, kami masih menunggu pengesahan anggaran dalam APBD Perubahan 2026," katanya.
Pemkab Blora telah menyiapkan anggaran operasional sekitar Rp200 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai kebutuhan sopir, bahan bakar minyak (BBM), serta operasional layanan bus sekolah.
Pada tahap awal, bus sekolah gratis akan melayani rute Kunduran–Blora dengan dua kali perjalanan setiap hari, yakni mengantar pelajar pada pagi hari dan menjemput mereka saat jam pulang sekolah. Setiap unit bus memiliki kapasitas sekitar 25 penumpang dan seluruh layanan diberikan secara cuma-cuma.
"Seluruh pelajar dapat memanfaatkan layanan ini secara gratis. Kami berharap keberadaan bus sekolah dapat mempermudah akses transportasi yang aman dan nyaman menuju sekolah," tutur Sunyoto.
Ia menambahkan, Kabupaten Blora menerima dua unit bus sekolah dari pemerintah pusat. Selain melayani rute Kunduran–Blora, satu unit lainnya telah beroperasi di Kecamatan Kedungtuban.
Ke depan, Pemkab Blora berharap dapat menambah alokasi anggaran sehingga layanan bus sekolah gratis bisa diperluas ke kecamatan lain dan semakin banyak pelajar yang merasakan manfaatnya. (ozi/zim)
Editor : Bhagas Dani Purwoko