RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kekecewaan warga Blora Selatan terhadap lambannya penanganan Jalan Provinsi Randublatung–Cepu kembali memuncak. Puluhan warga bersama relawan menggelar aksi tanam pisang jilid II di ruas jalan yang rusak pada Kamis sore (4/6).
Dalam aksi tersebut, warga membawa puluhan batang pohon pisang untuk ditanam di sejumlah titik jalan berlubang. Aksi itu menjadi simbol protes terhadap kondisi jalan yang hingga kini belum mendapat penanganan menyeluruh. Sejumlah poster berisi kritik kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga dibentangkan di lokasi.
Massa sempat menghentikan arus lalu lintas selama beberapa menit untuk menyampaikan tuntutan mereka. Warga mendesak Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, segera menuntaskan perbaikan jalan yang telah lama dikeluhkan masyarakat.
Aksi tersebut merupakan lanjutan dari gerakan serupa yang sebelumnya sempat viral dan menyita perhatian publik. Meski Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp5,2 miliar untuk penanganan ruas jalan tersebut, warga menilai realisasinya belum mampu menjawab harapan masyarakat.
Salah seorang relawan, Exi Wijaya, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk desakan agar pemerintah segera menyelesaikan persoalan jalan rusak yang selama ini menjadi keluhan warga.
“Kami menggunakan hak konstitusional sebagai rakyat untuk mengingatkan pemerintah. Jalan ini harus dituntaskan, bukan hanya diperbaiki sebagian,” ujarnya saat berorasi.
Exi juga mengajak masyarakat di berbagai daerah untuk turut mengawasi kebijakan pemerintah. Menurut dia, masyarakat memiliki hak untuk mengontrol jalannya pembangunan agar benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat.
“Ketika jalan rusak, rakyat yang menjadi korban. Karena itu, rakyat harus terus mengawal kebijakan pemerintah,” tegasnya.
Warga lainnya, Rifki, menegaskan bahwa masyarakat Blora Selatan tidak menginginkan perbaikan jalan dilakukan secara bertahap. Mereka meminta seluruh ruas jalan rusak sepanjang sekitar 2,6 kilometer segera diperbaiki secara menyeluruh.
“Jangan seperti dicicil. Yang kami minta seluruh ruas yang rusak diselesaikan,” katanya.
Menurut Rifki, perbaikan jalan tersebut semestinya bukan persoalan sulit bagi pemerintah provinsi. Karena itu, warga berkomitmen terus mengawal proses perbaikan hingga tuntas. Mereka bahkan mengancam akan mengirimkan buah pisang ke Kantor Gubernur Jawa Tengah apabila tuntutan tersebut tidak segera dipenuhi.
“Kalau memang mengurusi rakyat, buktikan dengan tindakan, bukan sekadar omongan,” tandasnya. (hul/zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana