Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Tunggu Investor, PT BPE Belum Produksi Minyak Rakyat Blora

Achmad Syaeroyzi • Minggu, 31 Mei 2026 | 07:30 WIB
MINYAK : Hasil pengelolaan sumur rakyat wilayah Kecamatan Jepon. BPE masih menunggu investor. (ACHMAD SYAEROYZI/RADAR BOJONEGORO)
MINYAK : Hasil pengelolaan sumur rakyat wilayah Kecamatan Jepon. BPE masih menunggu investor. (ACHMAD SYAEROYZI/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Meski telah resmi memperoleh hak pengelolaan sumur minyak rakyat, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Blora Patra Energi (BPE) hingga kini belum memulai operasional. Perusahaan pelat merah tersebut masih menunggu kehadiran investor untuk mendukung pengelolaan sumur-sumur minyak rakyat di Blora.

Komisaris BPE, Dasiran, mengatakan pihaknya terus mendorong percepatan operasional pengelolaan sumur minyak rakyat. Namun, pelaksanaan teknis sepenuhnya menjadi kewenangan jajaran direksi.

“Ada tiga hal yang kami dorong. Pertama, kepastian jumlah sumur yang akan dikelola. Kedua, penyelesaian perizinan. Ketiga, menghadirkan investor yang akan bermitra dengan BPE,” ujarnya.

Menurut Dasiran, hingga saat ini belum ada investor yang secara resmi menjalin kerja sama dengan BPE. Meski demikian, sejumlah pihak telah melakukan penjajakan untuk melihat peluang investasi dalam pengelolaan sumur minyak rakyat di Blora.

Baca Juga: Deviden PT BPE Baru Capai Rp 800 Juta, DPRD Blora Anggap Wajar

“Hingga sekarang belum ada investor yang melakukan kerja sama. Tetapi, sudah ada beberapa pihak yang menjajaki peluang tersebut,” katanya.

Ia menambahkan, seluruh urusan teknis, termasuk jadwal dimulainya operasional, menjadi kewenangan direksi. Karena itu, pihak komisaris hanya dapat memberikan dorongan dan pengawasan agar proses yang berjalan dapat segera dituntaskan.

Dasiran berharap BPE dapat segera menyusul dua badan usaha lain yang lebih dahulu berproses dalam pengelolaan sumur minyak rakyat. Menurutnya, percepatan operasional akan memberikan manfaat ekonomi bagi perusahaan maupun pemerintah daerah.

“Jika operasional berjalan dan pendapatan perusahaan meningkat, tentu akan berdampak pada pendapatan asli daerah (PAD) melalui dividen yang diberikan kepada Pemkab Blora,” tambahnya.

Berdasarkan data yang ada, BPE memiliki potensi mengelola 509 sumur minyak rakyat yang tersebar di 17 desa di sembilan kecamatan. Namun, sebagian besar masih berupa titik sumur yang menunggu proses pengeboran dan pengembangan lebih lanjut.

Kondisi tersebut membuat potensi produksi minyak rakyat di Blora belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Kehadiran investor dan penyelesaian perizinan menjadi faktor penting untuk mempercepat operasional serta menggerakkan kontribusi sektor migas terhadap perekonomian daerah. (ozi/zim)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Blora Patra Energi #PT BPE #Sumur Minyak Rakyat #sumur minyak #minyak