RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pemkab Blora merespon cepat aduan masyarakat terhadap kelangkaan LPG 3 kilogram (kg) saat Ramadan, dengan menggelar sidak ke sejumlah pangkalan kemarin pagi (25/2).
Wakil Bupati Blora Sri Setyorini mengatakan, pihaknya melakukan sidak bersama Forkopimda ke pangkalan di wilayah Kecamatan Blora untuk menindaklanjuti laporan kelangkaan LPG subsidi.
‘’Masih kita telusuri apa penyebabnya,’’ terang Setyorini.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, kelangkaan tersebut disebabkan lonjakan permintaan saat bulan Ramadan dan banyaknya pedagang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
‘’Saat ini kita lihat banyak pedagang takjil sepanjang Jalan Pemuda dan area Alun-Alun Blora,’’ terangnya.
Pemkab Blora saat ini meminta penambahan kuota LPG kepada Pertamina agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Setyorini menegaskan, jika ada yang ketahuan menimbun akan ditindak tegas.
‘’Biasanya yang mengambil LPG tidak hanya warga sekitar pangkalan, tapi di luar langganan pangkalan, artinya ada lonjakan pemakaian,’’ tandasnya.
Sementara itu, Siti Wardiani, salah satu warga Kelurahan Karangjati mengungkapkan, dirinya sudah tiga hari tidak bisa mendapatkan LPG subdidi. ‘’Tidak tahu mau cari kemana, sudah tiga pangkalan saya datangi, kosong,’’ ucapnya sambil mengernyitkan dahi.
Ia mengatakan, tidak bisa sembarangan dalam mendapatkan LPG subsidi, karena harus ada kartu tertentu jika mengambil lebih dari sepuluh tabung di pangkalan. Siti Wardiani mengaku biasanya dapat kiriman dari pengecer 5-10 tabung dengan harga Rp 22 ribu dan dijual Rp 24 ribu.
‘’Itu pun warga berebut membelinya,’’ ujar Siti Wardiani. ‘’Saya di rumah dititipi tetangga tabung kosongan. Jadi saya juga mencari untung Rp 2 ribu per tabung,’’ sambungnya. (ozi/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana