RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pemerintah Kabupaten Blora berencana menjalin kerja sama dengan Institusi Teknologi Bandung (ITB) dalam mengembangkan teknologi carbon capture, utilization, and storage (CCUS). Kedepan, diharapkan teknologi ramah lingkungan tersebut bisa diterapkan dan bukan hanya sekadar konsep semata.
Bupati Blora, Arief Rohman mengatakan, pengembangan CCUS merupakan bagian dari transformasi menuju ekonomi hijau dan rendah karbon. ‘’Bagi Kabupaten Blora, CCUS bukan hanya agenda global, tapi peluang strategis untuk mengelola potensi daerah secara bertanggung jawab, bernilai tambah, dan berorientasi jangka panjang,’’ imbuhnya.
Mas Arief, sapaan akrabnya menjelaskan, sebagai daerah yang memiliki potensi sektor energi dan basis pertanian yang kuat, Blora memandang CCUS sebagai ruang kolaborasi antara teknologi, kebijakan, dan kepentingan masyarakat.
‘’Oleh karena itu, kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada kajian konseptual, tapi berkembang menjadi riset terapan dan percontohan kebijakan daerah yang terintegrasi dengan perencanaan pembangunan,’’ tuturnya.
Menurut Bupati Arief, adanya rencana Blora Biochar dan Carbon Farming Hub sesuai kebutuhan daerah. Sebab, tidak hanya berkontribusi pada penurunan emisi karbon, tapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
‘’Ini juga bermanfaat ke petani dan pelaku usaha lokal melalui peningkatan produktivitas dan nilai tambah berbasis teknologi ramah lingkungan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pemanfaatan Karbon Dioksida dan Gas Suar ITB, Sanggono Adisasmito menyambut baik upaya Pemkab Blora untuk mengembangkan teknologi karbon ramah lingkungan itu.
‘’Kami menyambut upaya positif dari pemkab Blora. Terlebih, teknologi ramah lingkungan ini harus perlu diseriusi di daerah-daerah,” jelasnya. (hul/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana