Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pengendara Hati-Hati! Bahu Jalan Randublatung-Getas Ambrol Akibat Longsor, Juga Belum Ada Penerangan

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 9 Mei 2025 | 20:14 WIB
LONGSOR: Akibat hujan deras, tanah pada bahu jalan Randublatung-Getas mengalami longsor dan ambrol. Saat malam hari, ruas jalan itu juga belum ada PJU. (M. LUKMAN HAKIM/RADAR BOJONEGORO)
LONGSOR: Akibat hujan deras, tanah pada bahu jalan Randublatung-Getas mengalami longsor dan ambrol. Saat malam hari, ruas jalan itu juga belum ada PJU. (M. LUKMAN HAKIM/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Bahu jalan Randublatung-Getas ambrol. Kerusakan terjadi akibat terjadi tanah longsor. Kondisi tersebut dikeluhkan pengguna jalan, karena membahayakan dan belum ada perbaikan. Selain itu, belum adanya penerangan jalan umum (PJU) dikhawatirkan rawan terjadi kecelakaan.

Kerusakan tersebut tepatnya berada di Dukuh Sumengko, Desa Bodeh, Kecamatan Randublatung. Diketahui, pembangunan jalan tersebut dari pengajuan pembangunan jalan skema inpres dari pemerintah pusat. Plengsengan penahan rigid beton yang sempat dibangun di titik tersebut juga telah ambrol dan ambles.

Hendro, warga Desa Bodeh mengungkapkan, longsoran bahu jalan tersebut akibat tergerus air hujan. Sehingga, bahu jalan longsor dan ambrol. Kondisi tersebut sudah lebih dari satu bulan. ’’Sudah lebih dari sebulan yang lalu, tapi sampai sekarang belum ada perbaikan,” ungkapnya.

Hendro berharap, titik yang ambrol segera diperbaiki. Agar pengendara yang melintas tidak terperosok. Terlebih, saat malam hari, karena belum ada penerangan jalan. ’’Harapan kami ya segera diperbaiki,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Bodeh Munadi menjelaskan, bahwa longsornya bahu jalan tersebut saat ini membahayakan pengendara. Sebab, ruas jalan tersebut saat ini menjadi jalur alternatif warga.

’’Saat ini, jadi jalur alternatif yang sering digunakan warga untuk bepergian ke Ngawi dan kota selatan, sehingga harus segera diperbaiki,” katanya. Ia mengungkapkan, selain longsoran, minimnya penerangan di ruas tersebut membuat risiko kecelakaan semakin besar.

Sehingga perlu ditindaklanjuti, minimal diberikan plang tanda bahaya. ’’Kalau belum ada perbaikan mestinya segera diberikan tanda bahaya. Soal kewenangan memang itu kewenangan dari Pemkab Blora,” tandasnya. (luk/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#longsor #ambrol #pju #jalan #Penerangan Jalan #randublatung #Getas #kecelakaan #Jalur Alternatif #ngawi #kades #blora #bahu jalan #tanah longsor