Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

PP dan GRIB Blora Sepakat Damai dan Minta Maaf pada Masyarakat Blora

Yuan Edo Ramadhana • Rabu, 15 Januari 2025 | 22:53 WIB
(Dok. Pemkab Blora)
(Dok. Pemkab Blora)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Konflik dan kekerasan antara dua organisasi masyarakat (ormas) di Kabupaten Blora akhirnya berujung damai di Rumah Dinas Bupati Blora pada Rabu siang (15/1). Dua ormas yang terlibat, Pemuda Pancasila (PP) Blora dan Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Blora juga menyampaikan permintaan maaf pada masyarakat kota sate atas bentrok yang terjadi.

Pertemuan perdamaian kedua kubu dilaksanakan dengan Bupati Blora Arief Rohman sebagai penengah. Selain itu, jajaran Forkopimda Blora turut hadir menyaksikan, serta menandatangani pernyataan damai kedua belah pihak.

Sebelumnya, anggota PP dan GRIB Blora terlibat konflik yang berujung pada kekerasan pada Senin sore (13/1) di dua lokasi terpisah. Kerusuhan bermula ketika PP Blora menanyakan legalitas GRIB Blora dan menggeruduk markas GRIB Blora. 

GRIB Blora kemudian mengadakan unjuk rasa di Alun-Alun Blora bersama beberapa anggota GRIB Jawa Tengah luar Blora, namun kemudian rombongan luar kota tersebut terlibat baku hantam dengan anggota PP Blora saat pulang dari aksi unjuk rasa.

“Pertama di Kelurahan Karangjati dengan korban 8 orang, kemudian di Kelurahan Kunduran dengan korban 4 orang. 11 dari 12 korban telah dibolehkan pulang dari rumah sakit, sementara satu sisanya akan dirujuk ke Rembang,” jelas Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto kepada awak media.

Saat ini, Polres Blora telah menahan 19 terduga pelaku kerusuhan, dan tetap memproses hukum insiden kerusuhan tersebut. “Apa yang sudah dilaporkan GRIB kemarin kami lanjutkan, nanti sampai tahap penyelidikan dan penyidikan,” lanjut AKBP Wawan.

Arief sendiri meminta kedua kubu meminta maaf pada masyarakat sebelum kesepakatan damai ditandatangani. “Kita ingin Blora aman dan kondusif, oleh karena itu kita bersepakat ingin menyaksikan PP dan GRIB untuk membuat surat pernyataan yang ditandatangani berdua untuk perdamaian Blora, dan disaksikan Forkopimda dan kita tanda tangan bersama,” jelas Arief.

Ketua Pemuda Pancasila Blora, Munaji meminta maaf pada publik Blora karena membuat kegaduhan yang menyebabkan kerusuhan tersebut. Selain itu Munaji juga berjanji tidak akan menyebabkan insiden serupa.

“Mulai detik ini, jam ini, kesepakatan ini telah kita buat antara saya selaku Ketua Pemuda Pancasila dan Ketua GRIB. Insya Allah dari Pemuda Pancasila Blora, siap menciptakan kondusiftas wilayah di Kabupaten Blora, dan kejadian kemarin kita jadikan yang terakhir,” terang Munaji.

Ketua GRIB Blora Sugiyanto menerima permohonan maaf dari Munaji dengan tangan terbuka, serta membuka organisasi pimpinannya untuk kerja sama. “Saya menyambut baik itikad baik Mbah Mun (Munaji). Saya terima, kita bekerja sama yang baik, lupakan kejadian yang kemarin, kita ciptakan Blora ini yang sejuk, indah dan damai,” jelasnya.

Usai permintaan maaf publik disampaikan, keduanya menandatangani kesepakatan damai bermaterai. Arief serta jajaran Forkopimda Blora turut menandatangani kesepakatan tersebut sebagai saksi. (edo/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Arief Rohman #Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu #kapolres blora #Munaji #GRIB Jaya #AKBP Wawan Andi Susanto #bentrok #ormas #kesepakatan #Jawa Tengah #Forkopimda #rembang #pemuda pancasila #Perjanjian #sugiyanto #konflik #Kekerasan #berdamai #kota blora #Alun-alun Blora #damai #organisasi #GRIB #pp #blora #rumah sakit #Polres Blora #bupati blora