BLORA, Radar Bojonegoro - Penerimaan peserta didik baru (PPDB) sekolah menengah pertama (SMP) tahun ini terdapat 338 rombongan belajar (rombel) dari 102 SMP di Blora. Rinciannya, 56 SMP negeri dan 46 SMP swasta. Dinas Pendidikan (Disdik) Blora pastikan jalur zonasi tidak dimanipulasi.
Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan SMP Disdik Blora Slamet Dwi Cahyono memastikan potensi manipulasi jalur zonasi tidak akan terjadi. Karena orang tua siswa/i harus membuktikan jarak yang telah diverifikasi melalui google maps.
Ia menerangkan, semua SMP mulai mempersiapkan PPDB yang akan dibuka pada Senin (10/6). Tahun ini, terdapat 338 rombel yang harus terisi siswa, dengan jumlah rombel tiap sekolah berbeda. ’’Terdapat 102 SMP. Bila dijumlahkan total ada 338 rombel yang harus terisi penuh,” ungkapnya.
Slamet mengatakan, rombel paling banyak berada di tiga SMPN. Yakni, SMPN 1 Blora, SMPN 2 Blora, dan SMPN 1 Randublatung yang mana masing-masing 10 rombel. Adapun setiap rombel berisi 32 siswa. Sementara, rombel paling sedikit berjumlah satu rombel tersebar di sekitar 36 SMP
’’Harapan kami semua rombel bisa terisi, untuk yang SD dari data yang kami rekapitulasi sudah terisi semua,” katanya. Pihaknya mengatakan, pada PPDB tahun ini tidak ada yang berbeda signifikan dari tahun sebelumnya.
Hanya saja ada poin penjelasan khusus untuk jalur prestasi. Perolehan poin prestasi yang didapatkan siswa dari tingkat kecamatan diperjelas. ’’Kalau secara keseluruhan tidak ada perubahan signifikan, hanya itu saja,” katanya.
Terdapat empat wilayah zonasi dengan perhitungan yang telah diatur Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 13 Tahun 2023 tentang Perubahan Ketiga atas Perbup Nomor 24 Tahun 2020 tentang PPDB pada TK, SD, dan SMP di Kabupaten Blora.
Kepala SMPN 1 Sambong Sri Sumiarsih mengatakan, pihaknya saat ini telah mempersiapkan panitia untuk memaksimalkan PPDB ajaran baru tahun ini. Jumlah rombel yang ditetapkan sebanyak tujuh rombel, ’’Kami sudah siapkan semuanya PPDB tahun ini,” ungkapnya.
Ketua Panitia PPDB SMPN 1 Sambong Luhur mengatakan, operator sekolah telah dibekali agar pelaksanaan PPDB sesuai dengan perbup yang berlaku. Menurutnya, PPDB tahun ini lebih ringan dibanding tahun lalu.
Karena proses pendaftaran antara online dan offline disamakan. ’’Jadi 50 persen online dan 50 persen offline,” jawabnya. (luk/bgs)
Editor : Hakam Alghivari