Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pedagang Mulai Diajak Rembuk

M. Yusuf Purwanto • Jumat, 17 Maret 2023 | 20:42 WIB
CERUK EKONOMI: Dagangan berupa bumbu, sayur dan bahan dapur dijajakan pada bidakbidak kecil di antara bangunan Pasar Induk Cepu. (LUKMAN HAKIM/RDR.BLORA)
CERUK EKONOMI: Dagangan berupa bumbu, sayur dan bahan dapur dijajakan pada bidakbidak kecil di antara bangunan Pasar Induk Cepu. (LUKMAN HAKIM/RDR.BLORA)
https://www.youtube.com/shorts/O-HsFUne_B0

BLORA, Radar Bojonegoro - Para pedagang Pasar Induk Cepu mulai diajak berembug rencana pembangunan pasar. Proyek itu diperkirakan mulai Juni dengan pengurukan akhir Mei. Pedagang minta relokasi tidak jauh dari pasar dan strategis agar tak berdampak transaksi jual beli.

 

Kepala Bidang Pasar Daerah Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Blora Sony Supriyanto menjelaskan, beberapa masukan dari pedagang ditampung sebagai pedoman penyusunan kebijakan pembangunan pasar saat tahap awal sosialisasi Rabu (15/3). ‘’Karena pembangunan pasar hingga penempatan pedagang rawan terjadi konflik, kesepakatan diperlukan agar tidak terjadi gejolak," ujarnya.

 

Menurut Sony, anggaran Rp 3 miliar bakal direalisasikan membangun 272 los. Secara rinci dipotong biaya pengawasan dan biaya operasional masing-masing Rp 100 juta. Sehingga bangunan fisiknya saja mendapat pagu Rp 2,8 miliar.

 

‘’Pemkab juga siapkan anggaran pendamping dari APBD sebesar Rp 200 juta, untuk perencanaan Rp100 juta, uruk 75 juta, dan biaya bongkar Rp 25 juta," katanya.

 

Rencananya, luas lahan akan dibangun 30x 40 meter persegi. Akhir Mei lahan sudah klir sehingga Juni dimulai pembangunan. ‘’Bentuk bangunan hamparan dan tidak ada meja. Tidak mungkin pedagang ikan akan dicampur pedagang pakaian. Zonasi harus diundi, biar tidak ada perselisihan antarpedagang," ungkapnya.

 

Saat ini, masih pendataan jumlah pedagang terdampak aktif berjualan maupun tidak aktif. Pendataan dilakukan pengelola, UPT, perwakilan pedagang dan paguyuban. Ia memastikan, pembangunan pasar hingga penempatan dilakukan transparan agar tidak ada gejolak.

 

‘’Jangan percaya kepada siapapun jika ada orang menawarkan kios dengan iming-iming membayar. Jika ada oknum pasar yang minta uang segera lapor dinas. Karena risiko besar. Kejadian pasar Induk Cepu beberapa tahun lalu harus jadi pelajaran," paparnya.

 

Hanik, salah satu pedagang mengaku senang rencana pembangunan. Ia berhaap relokasi ditempatkan lokasi strategis dan tidak jauh dari pasar. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto
Rembuk mBangun Blora Berkelanjutan Pasar Induk Cepu blora