Tarian tersebut awalnya hanya diperagakan oleh perempuan, hingga akhirnya ada terobosan baru pada perhelatan Hari Jadi ke 273 Blora di depan DPRD Blora Minggu (11/12).
Plangton sapaan akrabnya menjelaskan, tari pertama ini Tari Guyub Samin baru diperagakan berpasangan antara laki-laki dan perempuan. “Sebelumnya hanya diperagakan perempuan. Tapi peringatan hari jadi ada gebrakan ditampilkan berpasangan,” ujar pria hobi menari tersebut.
Plangton menjelaskan, tarian tersebut merupakan simbol gotong-royong dan kebersamaan warga Samin Blora. Begitu pula hiasan dipakai merupakan atribut melekat dari suku tersebar di wilayah Blora tersebut, yakni pertanian.
“Tarian Guyub Samin merupakan tarian khas Blora menggambarkan semangat gotong-royong dan kebersamaan warga Samin Blora,” jelas remaja asal Kelurahan Bangkle Kecamatan Blora itu.
Plangton mengaku proses memadukan gerakan tarian dirasa cukup sulit. Sebab, harus menyinergikan dan mengandalkan feeling agar selaras. Sebab, dirinya hanya berlatih tempo singkat, untuk menguasai.
“Yang sulit itu memadukan gerakan dengan pasangan, untuk tari kelompok memang keselarasan gerakan menjadi kuncinya,” tutur remaja menggeluti tari sejak SMA tersebut.
Tari Guyub Samin ini, menurut dia, selaras tema diangkat yakni Sesarengan Mbangun Blora Berkelanjutan. Baginya kirab budaya mempersatukan masyarakat yang hidup dengan keragaman budaya. Banyak anak muda antusias. (luk/rij)