Mashudi salah satu petani sekitar menjelaskan, sawah di dekat pagar lapangan minyak dan gas (migas) dua kali gagal panen. Hama menyerang tanaman hingga saat waktunya panen padi sudah mati. “Untuk sawah saya aman, yang sekitar pagar itu gagal panen,” ujarnya dengan menyemai bibit padi.
Area lahan sawah yang gagal panen sekitar 200 meter dari pagar. Sedangkan, bagian utara lapangan migas dekat pagar masih baik. Mashudi belum mengetahui petani pemilik lahan dua kali gagal panen tanam lagi.
“Panen kedua ini cukup baik, sekitar 6 kuintal,” tutur warga Desa Sumber, Kecamatan Kradenan itu.
Ia menjelaskan, akses air sektor pertanian masih mudah. Ada pompa air cukup besar, bantuan dari pemerintah daerah. Bayar irigasi memotong 6 persen dari hasil panen petani.
Terkait limbah, pihaknya mengaku merasa aman, karena yang terserang di selatan lapangan migas. “Saya juga tidak tahu limbah atau tidak, tapi di situ ada jumblang tempat air berkumpul, airnya agak gilar-gilar,” jelasnya.
Sebelumnya, staf Bidang Peningkatan Kapasitas Dan Penanganan Pengaduan Lingkungan Hidup (DLH) Blora Anggun Yohana Purwa membenarkan, tanaman padi tidak tumbuh normal di selatan pabrik migas. Namun, uji laboratorium dilakukan Pertamina sendiri. Sedangkan laporan hasil uji laboratorium air di dekat CPP Gundih belum keluar. Saat ini, masih menunggu uji lab. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto