BARONGAN kesenian khas masyarakat Blora. Perlu modifikasi agar barongan semakin dekat dengan masyarakat. Seperti yang dilakukan Joko Lastiyono, warga Desa Kamolan, Kecamatan Blora ini membuat barongan mini.
Biasanya berukuran 24 sentimeter lebih, kini hanya 8 sentimeter dan diperuntukan pajangan ruangan dan mainan anak.
PRIA Berkaus hitam dan berkacamata tampak serius meongotak-atik kayu seukuran kepala orang dewasa . Setelah membentuk mata, hidung, dan gigi bagian atas, mengambil kayu lagi dibentuk setengah lingkaran, dan dibentuk gigi bawah. Setelah jadi, lalu dipasangkan dengan kayu awal tadi dan terbentuk kepala barongan.
Inilah salah satu proses Joko Lastiyono membuat barongan mini di rumahnya RT 2/RW 3 Desa Kamolan, Kecamatan Blora Kota.
Barongan ini unik, karena selama ini barongan terkenal dengan bentuknya yang besar merupakan kesenian khas Blora.
Dengan kreatifnya, barongan itu disulap dan dibentuk sangat kecil mungil. Jadi jika selama ini barongan selalu identik hanya dimiliki para seniman barongan. Karena, barongan meski ukurannya kecil bisa dimiliki masyarakat secara umum dengan harga terjangkau.
Ide awal membuat barongan mini bermula pada 2018 lalu. Dirinya membuat barongan kecil untuk pajangan ruang tamu atau perkantoran. Ternyata peminatnya banyak.
Penjualannya saat itu mulai meningkat, saat barongan buatannya itu dipromosikan oleh Bupati Blora Arief Rohman yang saat itu masih menjabat wakil bupati. ‘’Karena dipromosikan pak Arief barongan buatan saya semakin dikenal dan banyak pesanan,’’ ujar bapak satu anak ini.
Saat itu pesanannya semakin banyak. Bahkan, di dunia kesenian barongan dirinya sudah dikenal sebagai pembuat barongan mini. ‘’Kemudian reseller saya sudah banyak, mereka pedagang-pedagang besar di Blora, ada dari Kecamatan Cepu, Blora ada lebih dari empat toko, kemudian di Kecamatan Kunduran, Japah, dan Ngawen,’’ bebernya.
Melihat proses awal dirinya membuat barongan ini cukup berat. Sebab tidak memiliki alat memadai. Untuk membuat bentukan bulat kepala barongan, dilakukan dengan manual dengan kater.
Terpaksa harus teliti dalam proses pemotongan, jika salah bisa-bisa tangannya terkena. Setelah penjualan lancar dan pesanan banyak, baru membeli mesin bubut. ‘’Bukan hanya membeli mesin bubut, karena penjualan barongan mini ini saya bisa membeli motor,’’ ujarnya dengan penuh rasa syukur.
Membuat barongan mini menggunakan bahan baku dari limbah kayu jati, dari industri furnitur. Untuk membentuk rambut barongan,menggunakan rambut sintetis kemudian dengan benangwol. Untuk kulit barongan menggunakan kain untuk boneka mata bahannya dari resin yang dibentuk bulat kecil.
Sementara untuk motif loreng dalam barongan itu, memanfaatkan spidol warga dan membentuknya seperti motif macan. ‘’Kalau menggunakan cat itu lama, makanya saya memanfaatkan spidol warna warni, untuk pengecatan beberapa motif seperti gigi motif,’’ ungkapnya.
Setelah kepala barongan lengkap dengan bentuk macan, rambut dan mahkotanya. Kemudian bawahnya diberi tiang kecil. Kemudian ditutup dengan kain hitam yang khas dengan barongan.
Sebenarnya, sebelum membuat barongan mini memiliki latar belakang seniman barongan sejak 2000 lalu. Sebelumnya, juga banyak inovasi barongan, pernah membuat barongan seukuran truk dan membuat barongan untuk gantungan kunci. ‘’Untuk gantunga kunci itu saya buat di 2002, tidak saya lanjut karena harganya yang tidak cocok dengan proses pembuatan yang cukup rumit,’’ bebernya.