RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pemasangan perlengkapan jalan sesimpel Penerangan Jalan Umum (PJU) ternyata berdampak yang signifikan bagi perekonomian masyarakat. Tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan keamanan saat berkendara, ternyata pemasangan PJU turut memengaruhi peningkatan sektor ekonomi masyarakat Bojonegoro.
Jalan raya dengan penerangan mumpuni tentu membuat pengguna jalan dan warga sekitar lebih yakin untuk melintas. Bahkan, dalam membuka usaha di kawasan jalan tersebut. Selain itu, jalan yang mulus dan terang juga lebih digemari oleh pengendara kendaraan transportasi hasil bumi dan barang dagangan untuk dilalui menuju ke pasar. Sehingga turut memengaruhi pasar mana yang akan dituju untuk berdagang, serta kapan untuk pergi ke pasar tersebut.
“Sesuai dengan Permen Dishub, PJU adalah perlengkapan jalan yang berfungsi sebagai penerangan jalan saat malam hari. Jadi tujuannya saat penerangan cukup, diharapkan kendaraan yang melintas memiliki tingkat keamanan yang lebih, serta menghindari tindak kriminalitas,” papar Kasi PJU Bidang PJU Sarana Prasarana (Sarpras) Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PKPCK) Bojonegoro, Yuli Agus Aniruf.
Tahun ini, terdapat 352 titik PJU baru yang telah dikerjakan oleh Dinas PKPCK. Selain PJU, Dinas PKPCK juga memasang lampu penerangan jalan lingkungan (PJL), dengan total 4.786 titik pemasangan di area ibu kota kecamatan seantero Bojonegoro.
Pengamatan Yuli, dengan adanya PJU dan PJL baru, aktivitas ekonomi masyarakat turut meningkat.
“Timbul sentra-sentra ekonomi baru karena jalan di sekitarnya sudah terang, jadi daerah-daerah yang dulunya belum terpikirkan dijadikan sentra ekonomi sekarang sudah menjadi sentra ekonomi,” jelasnya.
Dampak peningkatan ekonomi ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat perkotaan saja, namun juga pedesaan.
“Di area barat, jalan-jalan yang sudah dicor kami pasang lampu, setelahnya banyak pedagang yang berjualan,” lanjut Yuli.
Menurut Kabid PJU dan Pemeliharaan Sarpras Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya (PKPCK) Bojonegoro Sarifuddin, tidak hanya aspek perekonomian saja, pemasangan PJU dan PJL turut membantu sektor pertanian. Dengan adanya penerangan jalan yang layak, para petani dapat mengantar hasil panen mereka jauh lebih awal untuk dijual ke pasar.
“Para petani sudah dapat pergi ke berbagai pasar di pagi hari berkat adanya penerangan jalan. Sebelumnya petani baru berangkat ke pasar lebih siang karena takut jalan gelap, sekarang para petani sudah bisa berangkat ke pasar sejak subuh, bahkan dinihari,” jelas Sarifuddin.
Bahkan, pengamatan Sarifuddin, kombinasi antara jalan mulus dan penerangan jalan yang terang turut memengaruhi preferensi pasar tempat berjualan.
“Banyak pedagang dari kabupaten lain yang berdagang di sini (Bojonegoro), karena jalannya lebih nyaman dan lebih terang, sehingga dapat menjangkau pasar dan pelanggan lebih cepat,” lanjutnya.
“Sekarang juga banyak industri rumahan yang berdiri, dulu yang hanya berjualan di kota, sekarang di tingkat ibu kota kecamatan dan desa sudah berdiri usaha serupa, berkat adanya penerangan jalan. Kini tidak perlu jauh-jauh ke kota untuk berdagang dan membuka usaha, terutama di bidang makanan dan minuman,” tambah Sarifuddin.
Selain itu, kini PJU dan PJL telah menggunakan lampu LED, sehingga selain lebih terang, juga hemat energi dan mudah diperbaiki.
“Sesuai dengan program pemerintah untuk hemat energi. Dua tahun ini kita sudah memulai untuk mengganti lampu penerangan dengan lampu LED, mengurangi konsumsi daya dari 250 watt menjadi 100 watt. Namun lampu LED jauh lebih terang, mudah diperbaiki, dan berumur panjang karena lebih tahan panas,” jelas Sarifuddin.
Kedepannya, Dinas PKPCK berharap adanya kerjasama dengan masyarakat untuk menjaga keberadaan dan keadaan PJU dan PJL demi kenyamanan bersama.
“Kalau ada lampu-lampu yang mati, bisa dilaporkan kepada kami untuk ditindaklanjuti, jadi mohon kerjasamanya,” ujar Sarifuddin. (*/edo/cho)
Editor : Yuan Edo Ramadhana