Radar Bojonegoro - Samsul Arif Munip telah resmi berkostum Persebaya. Dari sekian klub menghubungi, ia memutuskan menapakkan kaki di tim berkostum hijau itu. Selain nama besar Persebaya, kedekatan dengan kampung halaman yakni Bojonegoro menjadi salah satu faktor pertimbangannya. Kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro Samsul mengatakan sudah sekitar tiga hari lalu berada di Surabaya.
Kebetulan ia juga memiliki rumah dan pernah tinggal di Kota Pahlawan. Di sana juga turut membawa istri beserta dua buah hatinya. ‘’Sudah mulai latihan tadi pagi (kemarin), sore tidak,” katanya kemarin (4/3).
Menurut pemain sebelumnya berkostum Persita Tangerang itu, nama besar Persebaya menjadi faktor utama keputusannya. Setiap bursa transfer musim-musim sebelumnya selalui dikaitkan dengan Persebaya. Namun, mantan striker Persibo itu mengaku salah satu faktor lain atas keputusannya yakni jarak kedekatan antara Surabaya dengan Bojonegoro. Apalagi di tengah kondisi pandemi Covid-19.
‘’Saya ingin yang aman, tidak terlalu berisiko dan mudah. Kalau misal sampai (klub) menyebrangi pulau atau jaraknya jauh, butuh perjalanan ekstra juga,” tandas penyerang berusia 36 tahun itu.
Tetapi ia juga tidak menanggapi secara gamblang terkait Persebaya sebagai klub impiannya. Menurutnya, Persebaya meru pakan salah satu klub besar Indonesia. Menjadi keinginan, apalagi untuk warga dan pemain Jawa Timur. ‘’Pasti semua ingin berada di sana (Persebaya),” ujar pemain asal Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam itu.
Pemain terkenal dengan gol saltonya itu memastikan akan tetap pulang kampung ke Bojonegoro. Mengingat kedekatan jarak antara Surabaya-Bojonegoro. Tidak menutup kemungkinan setiap Sabtu dan Minggu. ‘’Pasti pulang. Tapi sekarang kan masa persiapan liga, Insyaallah mungkin Sabtu Minggu pulang ke sana (Bojonegoro). Selebihnya kan pasti di sini (Surabaya),” tutur dia.
Samsul juga mengaku sudah mulai membagi ilmunya sedikit demi sedikit kepada generasi muda sepak Bojonegoro. Pada masa senggang sebelum bergabung ke Persebaya, dia terbilang cukup rutin menyambangi sejumlah sekolah sepak bola (SSB).
‘’Insyallah ke depannya juga. Karena kemarin banyak waktu longgar. Jadi adalah sedikit waktu untuk berbagi ilmu bagi adikadik di Bojonegoro,” terangnya.
Apalagi, ia sudah mengantongi lisensi kepelatihan. Yakni Lisensi C AFC. Usai awal Januari 2021 lalu mengikuti pelatihan di Malang bersama puluhan pesepak bola Indonesia lainnya. Sementara perlu diketahui, pelatih Bojonegoro berlisensi C AFC sebelumnya baru seorang Yanuar Andika saja. Lainnya rerata masih Lisensi D AFC.
‘’Alhamdulillah sudah Lisensi C (AFC),” imbuhnya. Samsul meneruskan jejak mantan pemain Persibo yang berkostum Persebaya. Sebelumnya, Novan Setya telah berkostum Green Force. Samsul dan Noval sebelumnya satu tim di Persibo dan sama-sama pemain lokal Bojonegoro.
Editor : Indra Gunawan