Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

7 Desa Wisata Kelas Dunia di Indonesia Ini Siap Bikin Lupa Pulang

Bhagas Dani Purwoko
DESA WISATA: Ketahui daftar desa wisata terbaik di Indonesia.
DESA WISATA: Ketahui daftar desa wisata terbaik di Indonesia.

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Tren pariwisata saat ini telah bergeser. Wisatawan tidak lagi sekadar mencari tempat untuk berfoto ria, tetapi mendambakan meaningful travel, sebuah perjalanan yang menghubungkan mereka dengan budaya lokal, kelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Jika Anda sedang merencanakan liburan berkualitas yang jauh dari hiruk-pikuk pariwisata mainstream, Indonesia memiliki deretan desa wisata yang kualitasnya sudah diakui dunia. Konsep Community-Based Tourism (CBT) yang mereka terapkan membuat setiap kunjungan Anda turut berdampak positif bagi warga lokal.

Mari bedah keunggulan 7 desa wisata terbaik di Nusantara yang wajib masuk bucket list Anda:

Advertisement

1. Desa Wisata Wukirsari, Bantul, DIY: Sang Juara Dunia 2024

Desa Wukirsari baru saja menorehkan sejarah dengan masuk dalam jajaran "Best Tourism Villages 2024" oleh UNWTO (Organisasi Pariwisata Dunia PBB).

Advertisement

  • Keunggulan Utama: Desa ini adalah jantungnya pelestarian Batik Tulis Giriloyo. Wisatawan bisa belajar langsung membatik dari para pengrajin yang keahliannya diturunkan langsung dari era keraton. Selain itu, Wukirsari sukses menerapkan sistem tata kelola lingkungan zero waste (bebas sampah) yang terintegrasi dengan pemakaman raja-raja Mataram di Imogiri.

2. Desa Wisata Penglipuran, Bangli, Bali: Harmoni Desa Terbersih di Dunia

Melipir dari pantai-pantai sibuk di selatan Bali, Penglipuran menawarkan ketenangan magis.

  • Keunggulan Utama: Dinobatkan sebagai salah satu desa terbersih di dunia, Penglipuran mempertahankan tata ruang desa tradisional berlapis bambu berdasarkan filosofi Tri Hita Karana (keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan). Kendaraan bermotor dilarang masuk ke area pemukiman. Selain itu, terdapat Hutan Bambu seluas 45 hektare yang menjadi paru-paru desa dan kawasan resapan air.

3. Desa Wisata Arborek, Raja Ampat, Papua Barat: Surga Bawah Laut Tanpa Cela

Ini adalah definisi surga dunia bagi para penyelam dan pecinta laut.

  • Keunggulan Utama: Arborek memelopori konservasi pari manta berbasis masyarakat. Tidak hanya keindahan koral yang memukau untuk snorkeling dan diving, masyarakat Arborek juga dikenal dengan keramahannya dan kerajinan anyaman topi noken khas Papua. Pengelolaan sampah laut yang ketat membuat perairan di sini sebening kristal.

4. Desa Wisata Taman Sari, Banyuwangi, Jawa Timur: Pintu Gerbang Kawah Ijen

Bagi Anda yang tinggal di sekitar Jawa Timur, desa di kaki Gunung Ijen ini sangat mudah dijangkau.

  • Keunggulan Utama: Taman Sari merupakan pelopor "Smart Village" (Desa Pintar) yang mengawinkan teknologi digital dengan ekowisata. Wisatawan bisa menyelami budaya suku Osing yang kental, mengunjungi Sendang Seruni (sumber mata air alami), dan mencicipi proses pengolahan kopi khas Ijen langsung dari kebun warga.

5. Desa Wisata Nglanggeran, Gunungkidul, DIY: Menyapa Gunung Api Purba

Desa ini membuktikan bahwa lahan bebatuan bisa disulap menjadi destinasi wisata kelas kakap.

  • Keunggulan Utama: Magnet utamanya adalah Gunung Api Purba berusia 60 juta tahun. Masyarakat setempat mengelola kawasan ini dengan sangat baik hingga meraih penghargaan ASEAN Community Based Tourism. Pengunjung juga bisa belajar budidaya dan pengolahan cokelat dari hulu ke hilir di Griya Cokelat Nglanggeran, serta menikmati senja di Embung Nglanggeran.

6. Desa Wisata Candirejo, Magelang, Jawa Tengah: Menyelami Tradisi di Kaki Borobudur

Hanya berjarak beberapa kilometer dari Candi Borobudur, Candirejo menawarkan pengalaman otentik menjadi "orang Jawa sesungguhnya".

  • Keunggulan Utama: Wisatawan diajak berkeliling desa menggunakan dokar atau andong melintasi perbukitan Menoreh. Anda bisa menginap di homestay milik warga, ikut memanen hasil bumi, hingga belajar memainkan gamelan dan menari Jathilan. Ini adalah ekoturisme yang mempertahankan gaya hidup agraris pedesaan secara utuh.

7. Desa Wisata Sade, Lombok, NTB: Lorong Waktu Suku Sasak

Desa Sade menolak tergerus zaman modern dengan mempertahankan keaslian hunian mereka.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer