RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - LINGKUNGAN memengaruhi pandangan. Itu juga yang dialami Mu'awinati Isna Zilfia, perempuan asal Desa Pungpungan, Kecamatan Kalitidu. Ia mengungkapkan aktif organisasi semasa duduk di bangku perkuliahan.
Membuatnya belajar banyak hal dan terbuka. Salah satunya tengang teori feminisme, gerakan sosial mencapai kesetaraan gender. ’’Dulu di kuliah belajar banyak hal. Apalagi ikut organisasi,” ucap perempuan kerap disapa Zilfia itu.
Dia mengatakan, pandangan tentang hidup maupun teori yang dipelajari tak lepas dari jurusan yang diambil, yakni Aqidah dan Filsafat Islam di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.
Juga, keaktifannya di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). ’’Di sinilah kami selalu membedah teori. Salah satu teori yang paling aku suka itu feminisme,” tuturnya. Bermula dari situ, lanjut dia, ingin menjadi perempuan karir dan saling mendukung sesama perempuan untuk terus berkembang dan berdaya.
Ini kerap kali ia tunjukkan di media sosial (medsos). Di mana di Instagram memperlihatkan sebagai perempuan karir, sedangkan di TikTok fokus mengulas atau review kafe-kafe estetik. ’’Kalau ini memang ada niat untuk kreator konten. Jadi review kafe gitu, lebih ke tempatnya,” imbuh dia.
Zilfia menambahkan, ingin jadi kreator konten untuk mengulas kafe-kafe atau coffee shop. Dari sekian banyak tempat ia kunjungi, paling suka spanish latte. Juga, makanan pedas jadi poin plus bagi perempuan yang berprofesi sebagai teller salah bank milik negara itu. (yna/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko