RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM — Harga tiket bus jelang Lebaran yang kian mahal tak dirasakan 300 perantau asal Blora di Jakarta. Mereka pulang kampung gratis lewat program mudik yang digelar Pemprov Jawa Tengah.
Sebanyak enam bus memberangkatkan para pemudik dari Museum Purna Bhakti Pertiwi, TMII, Jakarta, Senin (16/3) pukul 09.00 WIB. Rombongan dilepas Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Blora Agus Puji Mulyono.
Enam armada itu merupakan kolaborasi Pemkab Blora, PT Semen Gresik, dan Baznas. Empat bus disediakan Pemkab Blora, sedangkan dua lainnya bantuan PT Semen Gresik.
Agus Puji Mulyono mengatakan, program tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada warga Blora yang merantau di Jakarta dan sekitarnya.
‘’Selain meringankan biaya perjalanan, juga untuk meningkatkan keselamatan pemudik serta mengurangi kepadatan lalu lintas saat arus mudik,” ujarnya.
Program ini disambut antusias para perantau. Tutik, salah satu warga Cepu mengaku sangat terbantu. Sebagai istri pengemudi ojek online, mudik gratis membuatnya bisa pulang bersama keluarga tanpa memikirkan biaya.
Hal senada disampaikan Anang Setiawan, warga Todanan. Ia mengetahui program itu dari Komunitas Perantau Blora (Kopra). Ketua Kopra Basuki Purwanto mengatakan, program tersebut sangat membantu di tengah mahalnya tiket transportasi.
‘’Tiket ekonomi sekitar Rp 450 ribu per orang. Kalau satu keluarga bisa sampai Rp 1,6 juta,” katanya.
Setelah perjalanan dari Jakarta, rombongan tiba di Alun-Alun Blora sekitar pukul 10.53 WIB dan disambut Asisten Administrasi Umum Setda Blora Bawa Dwi Raharja.
Bupati Blora Arief Rohman mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam program tersebut. ‘’Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya mudik gratis ini, khususnya PT Semen Gresik dan Baznas,” ujarnya.
Ia juga mengimbau para pemudik memanfaatkan momen pulang kampung untuk memperbarui data kependudukan. ‘’Silakan memanfaatkan layanan ekstra Lebaran di MPP pada 23–24 Maret untuk memperbarui data diri, termasuk status pekerjaan di KTP agar data kependudukan lebih sinkron,” tandasnya. (hul/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana