Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Gudang Terbatas, Bulog Blora Diminta Kerja Sama Gandeng Pihak Swasta

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 20 Maret 2025 | 20:27 WIB
BELUM MAKSIMAL: Gudang Bulog Blora hanya mampu menyerap 80 ton gabah per hari. (M. LUKMAN HAKIM/RADAR BOJONEGORO)
BELUM MAKSIMAL: Gudang Bulog Blora hanya mampu menyerap 80 ton gabah per hari. (M. LUKMAN HAKIM/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Memasuki puncak musim panen kedua, Gudang Bulog Blora diminta memaksimalkan serapan gabah petani. Namun luas gudang penyimpanan Bulog terbatas, yang hanya mampu menyerap 80 ton gabah per hari. Untuk mengantisipasi hal itu, Bupati Blora Arief Rohman menyarankan agar Bulog menjalin kerjasama dengan pihak swasta.

Arief mengungkapkan, serapan harus dimaksimalkan karena bulan ini diprediksi menjadi puncak musim panen di Blora. Jika kapasitas gudangnya terbatas, maka bisa menggandeng pengusaha lokal melalui kerjasama dengan Bulog.

‘’Jangan sampai hasil panen petani jatuh ke tengkulak dengan harga di bawah HPP (harga pokok penjualan) pemerintah,” harapnya.

Diketahui, saat ini HPP gabah kering panen (GKP) Rp 6.500 per kilogram (kg). Bupati sudah menginstruksikan kepada Dinas Pangan Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4). Yakni mengumpulkan pengusaha beras lokal yang memiliki gudang beras, agar bisa membantu Bulog dalam penyerapan gabahnya.

Menanggapi itu, Wakil Pimpinan Perum Bulog Cabang Pati yang membawahi Gudang Bulog Blora, Adi Pratama menerangkan, kapasitas serapan gabah di Gudang Bulog Blora sebanyak 80 ton per hari. Sedangkan, musim panen di Blora ini bisa mencapai 150 ton per hari. Sehingga kapasitas gudang di Tempel Lemahbang itu tidak mencukupi.

‘’Memang kapasitas gudang Blora ini terbatas, begitu juga SDM-nya,” ungkapnya. ‘’Apalagi panen di Blora sehari bisa 150 ton. Sehingga kami minta maaf belum bisa menyerap seluruh gabah petani,” ucapnya.

Adi menjelaskan, gabah kering panen tidak boleh disimpan begitu saja tanpa diproses, karena menyebabkan gabah berkecambah. Sehingga proses pengolahan GKP butuh waktu, agar bisa menampung gabah baru lagi di gudang.

Disinggung terkait saran yang diusulkan Bupati. Dia menuturkan, jika nantinya memungkinkan bisa menjalin kerjasama dengan pelaku swasta. Namun, pihaknya akan mengkoordinasikan terlebih dulu dengan jajaran pimpinan Bulog. ‘’Agar kriteria penyerapan gabahnya bisa disamakan,” ujarnya. (luk/ind)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Arief Rohman #swasta #Gabah #Bulog #musim panen #pati #Petani #BU #GKP #tengkulak #serapan gabah #pengusaha lokal #gudang #gudang penyimpanan #blora #hpp #bupati blora #gabah kering panen