
Tidak tanggung-tanggung, pasar itu akan dibangun lebih megah dengan tiga lantai. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyiapkan anggaran sebesar Rp80 miliar untuk proyek pembangunannya.
Saat ini proyek masih dalam tahap pemilihan penyedia jasa konstruksi atau lelang. Persaingan dalam tender pembangunan Pasar Kota terbilang cukup ketat dan menarik untuk dicermati.
Data SPSE Inaproc menyebutkan, sebanyak 78 perusahaan konstruksi mendaftar dalam tender tersebut. Namun, dari jumlah itu hanya lima perusahaan yang memasukkan penawaran harga.
Artinya, sebanyak 73 perusahaan memilih mundur. Mereka diduga hanya mendaftar untuk mengetahui syarat tender. Setelah mengetahui ketentuannya, mereka batal mengikuti lelang megaproyek tersebut.
Anda bisa melihat sendiri apa saja lima perusahaan itu di halaman SPSE Inaproc.
Lima perusahaan peserta tender itu memiliki rekam jejak masing-masing dalam pengerjaan proyek konstruksi, baik di Bojonegoro maupun luar daerah. Sebagian besar juga tergolong perusahaan bonafide yang berpengalaman menangani proyek-proyek berskala besar.
Salah satu perusahaan tercatat pernah memenangkan tender proyek pelindung tebing di Kecamatan Baureno pada 2024. Proyek itu sempat menjadi kontroversi karena sebagian bangunan pelindung tebing ambrol tidak lama setelah pekerjaan selesai. Peristiwa tersebut kala itu ramai diberitakan media lokal maupun nasional.
Kini, perusahaan tersebut kembali menjadi peserta lelang pembangunan Pasar Kota Bojonegoro.
Perusahaan lainnya juga tercatat pernah mengerjakan pembangunan gedung baru DPRD Bojonegoro di Jalan Veteran pada 2022. Nilai proyeknya saat itu mencapai Rp80 miliar, sama seperti anggaran pembangunan Pasar Kota saat ini.
Juga ada perusahaan yang tercatat pernah terkena blacklist akibat molornya pengerjaan proyek di luar daerah.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




