RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Membaca Alquran adalah salah satu ibadah esensial bagi setiap Muslim, mengingat bacaan dalam salat wajib pun diambil dari ayat-ayat suci ini. Untuk bisa melaksanakannya dengan baik dan benar, seorang Muslim harus menguasai dasar-dasar membacanya.
Bagi Anda yang baru mulai atau ingin meningkatkan kemampuan membaca Alquran, proses ini tidaklah sesulit yang dibayangkan, asalkan Anda mengetahui langkah yang benar dan konsisten.
Berikut adalah enam cara cepat dan efektif belajar membaca Alquran, khususnya bagi para pemula, yang diadaptasi dari literatur panduan belajar membaca Alquran:
1. Mengenali dan Menguasai Huruf Hijaiyah
Langkah pertama yang mutlak diperlukan untuk bisa membaca Alquran adalah mengenal Huruf Hijaiyah. Ini adalah fondasi utama, ibarat abjad (A, B, C) dalam Bahasa Indonesia.
Huruf Hijaiyah berjumlah 29 huruf, dan merupakan huruf ejaan dasar dari Bahasa Arab, bahasa asli Al-Qur'an.
Jika Anda ingin lancar membaca, Anda harus benar-benar menguasai bentuk, nama, dan cara melafalkan setiap huruf Hijaiyah tanpa ragu.
2. Memahami Tanda Baca (Harakat)
Setelah menguasai hurufnya, fokus berikutnya adalah Harakat atau Tanda Baca. Fungsi Harakat sangat vital karena ia menentukan cara pelafalan atau bunyi dari setiap huruf Hijaiyah.
Anda wajib memahami berbagai jenis Harakat dasar, seperti:
• Fathah (bunyi ‘a’)
• Kasrah (bunyi ‘i’)
• Dammah (bunyi ‘u’)
• Serta tanda-tanda lain seperti Tasydid (penekanan ganda) dan Sukun (tanda mati/konser).
Pemahaman Harakat ini akan memungkinkan Anda mulai merangkai kata-kata sederhana dalam bahasa Arab.
3. Menguasai Ilmu Tajwid secara Bertahap
Langkah yang sering dianggap paling rumit, tetapi sangat penting, adalah memahami Ilmu Tajwid. Ilmu Tajwid adalah studi mengenai cara pengucapan huruf Alquran yang benar, mulai dari makhraj (tempat keluarnya huruf) hingga sifat-sifatnya.
Secara sederhana, Ilmu Tajwid berfungsi sebagai "tata bahasa" (gramatika) dalam membaca Alquran. Ilmu ini mengajarkan cara membaca suatu huruf dengan dengung (ghunnah), samar (ikhfa), atau jelas (idzhar).
Beberapa hukum Tajwid yang umum dikenal antara lain Idzhar, Idgham, Iqlab, dan Ikhfa. Membaca tanpa Tajwid sama saja dengan tidak memenuhi hak ayat tersebut.
4. Memulai dengan Surat Pendek dan Berlatih Tartil
Setelah dasar-dasar (Hijaiyah, Harakat, dan Tajwid) dipahami, mulailah dengan membaca surat-surat pendek (biasanya di Juz 30) yang lebih mudah.
Ketika Anda sudah lancar dan terbiasa dengan surat-surat tersebut, barulah pindah ke surat-surat yang lebih panjang.
Kunci pentingnya adalah selalu membaca dengan Tartil. Tartil berarti membaca dengan perlahan namun stabil, sambil memberikan hak setiap huruf dan Harakat, serta memperhatikan panjang pendeknya bacaan (mad). Latihan dengan tartil akan membuat Anda lebih mahir dan teliti.
5. Mencari Guru Mengaji (Ustaz atau Ustazah)
Cara tercepat dan paling efektif untuk memastikan bahwa bacaan Anda benar adalah dengan mencari Guru Mengaji (Ustaz atau Ustazah).
Memiliki seorang guru/pembimbing akan mempermudah Anda dalam memahami kaidah Tajwid dan paling penting, memperbaiki kesalahan pengucapan yang tidak dapat Anda deteksi sendiri.
Masalah utama dalam belajar Alquran secara otodidak adalah tidak adanya koreksi jika Anda melafalkan bacaan secara keliru, terutama pada makhraj huruf dan hukum Tajwid.
Karena itu, bimbingan langsung dari seorang Ustadz atau Ustadzah akan sangat membantu proses belajar Anda.
6. Memanfaatkan Sumber Belajar Tepercaya dan Modern
Jika Anda terkendala waktu atau lokasi untuk mencari guru secara tatap muka, Anda sangat mungkin belajar secara otodidak (mandiri). Namun, pastikan sumber yang Anda gunakan adalah tepercaya dan memiliki kredibilitas.
Pilihlah:
• Buku panduan membaca Alquran yang ditulis oleh ulama atau pakar qira'at.
• Video tutorial dari kanal YouTube atau platform edukasi yang dikelola oleh lembaga keagamaan atau Ustadz/Ustadzah yang diakui.
Meskipun belajar mandiri sangat dimungkinkan berkat kemudahan teknologi, ingatlah kembali poin sebelumnya: upayakan selalu ada sesi di mana Anda bisa diperiksa dan dikoreksi oleh seorang ahli untuk memvalidasi bacaan Anda. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko