ANEKA strategi digunakan menggaet mahasiswa baru. Namun, di beberapa perguruan tinggi swasta (PTS) yang fokus di bidang kesehatan merasa jurusan D-3 kebidanan animonya terus menurun. Sebab, kebutuhan bidan tak sebanyak perawat. Karena itu, jurusan D-3 atau S-1 Keperawatan tiap tahunnya cenderung stabil, meski sudah banyak kampus kesehatan.
Direktur Akademi Kesehatan (Akes) Rajekwesi Fidrotin Azizah mengungkapkan, sekitar 100 mahasiswa baru sudah mendaftar di kampusnya. Namun, didominasi jurusan D-3 Keperawatan. Tren jurusan kebidanan menurun itu dirasakan kampus se-Indonesia. Karena memang jumlah bidan sudah overload. Sehingga penyerapannya tak bisa maksimal.
“Pasca pengumuman SBMPTN ini nantinya semoga makin banyak lagi pendaftar,” tuturnya.
Hal senada diungkapkan Ketua Stikes Icsada Bojonegoro Hasan Bisri, bahwa memang ketika belum ada pengumuman SBMPTN, jumlah pendaftar di PTS Bojonegoro masih sepi. Strategi khusus menggaet mahasiswa baru tak jauh beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kualitas lulusan harus dikedepankan, sehingga bisa memberikan testimoni kepada masyarakat luas.
Terkait jurusan kebidanan, ia mengatakan terus mengalami penurunan. Karena selain sudah overload, peran bidan hanya terfokus urusan persalinan saja. Berbeda dengan perawat bisa ditempatkan di berbagai bidang. Mulai umum, kejiwaan, bedah, dan sebagainya.
Rektor IKIP PGRI Bojonegoro Sujiran menerangkan, bahwa persaingan semakin ketat, tapi tak ingin jadi pesimistis. Meski, bukan kampus bidang kesehatan, Sujiran merasa minat masyarakat Bojonegoro ingin menjadi guru sekolah masih lumayan.
Meski tiap tahunnya jumlah mahasiswa baru terus mengalami penurunan, Sujiran menargetkan tahun ini bisa memperoleh 300 mahasiswa baru.
Editor : M. Yusuf Purwanto