BOJONEGORO – Proyek pengerjaan jembatan Bojonegoro-Trucuk tinggal 13 hari lagi. Namun, jembatan itu dipastikan belum bisa dilalui meskipun sudah selesai dikerjakan. Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro Fauzan mengatakan, pihaknya sudah meminta Dinas PU Bina Marga untuk menyelesaikan proyek itu tepat waktu. Sebab, proyek itu sudah terlalu lama molor. “Ini adalah batas waktu perpanjangan terakhir. Jangan sampai molor lagi,“ jelasnya.
Menurut Fauzan, jika molor lagi, maka rekanan yang mengerjakan proyek itu akan di-blacklist. Setelah itu, proyek akan dihentikan dan dilelang ulang. Hal itu tentunya tidak diharapkan oleh banyak pihak. “Proyek itu harus dituntaskan sesuai jadwalnya,“ jelasnya.
Fauzan menjelaskan, proyek tersebut menelan anggaran yang cukup besar. Sehingga, harus segera dituntaskan. Sebab, selesainya jembatan itu juga akan berdampak pada perkembangan perekominian masyarakat. Masyarakat Trucuk yang selama ini menyeberang menggunakan perahu sebentar lagi akan menggunakan jembatan.
Fauzan menambahkan, pihaknya juga terus mendorong PU agar segera merencanakan pembuatan jalan. Jangan sampai jembatan yang sebegitu besar, jalannya ikut jalan desa. Hal itu tentunya sangat tidak efektif.
Pj Bupati Bojonegoro Supriyanto mengatakan, proyek itu memang harus dituntaskan. Sebab, jika proyek itu dihentikan dan dilelang ulang akan menimbulkan masalah. Sebab, tidak mudah mencari kontraktor yang mau menyelesaikannya. Sehingga, diputuskan untuk terus dilanjutkan.
Supriyanto optimistis pengerjaan proyek itu selesai tepat waktu. Sehingga, bisa dilanjutkan pengerjaan lainnya.
Sesuai jadwalnya, perpanjangan pengerjaan jembatan itu dilakukan sampai 24 Juni. Itu setelah Dinas PU Bina Marga berkonsultasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Jika rekanan tidak berhasil menyelesaikannya, maka akan di-blacklist dan proyek dilelang ulang.
Editor : Bachtiar Febrianto