Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Ketersediaan Kartu E-Toll Minim

Ebiet A. Mubarok • Selasa, 30 Januari 2018 | 17:17 WIB
Ketersediaan Kartu E-Toll Minim
Ketersediaan Kartu E-Toll Minim

BISNIS - Permintaan transaksi kartu tol elektronik (e-toll) tidak sebanding dengan ketersediaan. Permintaan konsumen meningkat, hanya tidak bisa cepat jadi. Sehingga, konsumen harus kecewa karena kebutuhan mendesak.  Terpaksa konsumen harus menunggu dengan waktu belum pasti. Permintaan e-toll cukup banyak, karena untuk kebutuhan perjalanan ketika melintas jalan tol.


Termasuk, e-toll juga digunakan aktivitas pembayaran online lainnya. Silvi Khair, kasir salah satu minimarket mengatakan, kebutuhan e-toll sebenarnya sangat tinggi.


Apalagi selama liburan Natal dan tahun baru (Nataru). Kebutuhan mencapai 10-15 kartu setiap harinya. Namun, ketersediaan kartu terbatas. 


Pihak penyalur membatasi distribusi kartu, sehingga penjualan sempat terkendala karena barangnya tidak ada. Sejak diluncurkan Oktober lalu, kebutuhan kartu elektronik cukup tinggi. 


Bahkan, sebagian keluarga kerap menggunakan kartu tersebut untuk transaksi lainnya seperti belanja dan bermain di arena permainan.


Tapi, kondisi tersebut tidak sebanding dengan suplai kartu, akibatnya konsumen kecewa karena kartu sudah tidak ada selama satu bulan ini. 


“Entah ini permainan pihak bank atau bagaimana. Pihaknya hanya membantu mendistribusikan,” ucapnya. 


Muslih salah satu konsumen mengatakan, sudah mencari kartu e-toll sejak awal bulan. Tapi, sejumlah minimarket mengatakan tidak memiliki stok, padahal kebutuhan kartu elektronik tersebut sangat mendesak. 


Sehingga, dia merasa cukup kecewa dengan mekanisme pihak pencetak kartu. Seharusnya, ketika kebijakan tersebut sudah dikeluarkan mereka bisa menangkap peluang dengan cepat. “Saling menguntungkan sebaiknya,” tegasnya.

Editor : Ebiet A. Mubarok