Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Mengenal Genderless Fashion, Ketika Batasan Gaya Memudar di Kalangan Gen Z

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 13 Juli 2025 | 20:39 WIB
Photo
Photo

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Di tengah hiruk pikuk tren fashion yang silih berganti, satu fenomena menarik semakin mengemuka di kalangan Generasi Z. Khususnya di kota-kota besar seperti Surabaya, gaya tanpa batasan gender atau genderless fashion.

Lebih dari sekadar tren sesaat, pilihan busana yang tak terikat label gender ini menjadi bentuk ekspresi diri yang kuat dan mencerminkan perubahan pandangan sosial mereka tentang identitas. Bagi banyak Gen Z, lemari pakaian bukan lagi terkotak-kotak antara pakaian pria atau pakaian wanita.

Mereka dengan bebas memadukan item-item seperti kemeja oversized, celana loose fit, jaket bomber, hingga aksesori seperti kalung mutiara atau tas selempang, terlepas dari label gender yang melekat pada produk tersebut.

Ekspresi Diri di Atas Segala Norma

Mereka memandang fashion sebagai platform untuk mengekspresikan individualitas, menolak batasan normatif yang kaku, dan merayakan keberagaman identitas. Pakaian menjadi kanvas untuk menunjukkan siapa mereka, bukan untuk mengonfirmasi ekspektasi gender.

Fenomena ini tentu tak luput dari perhatian para pelaku industri fashion. Sejumlah brand lokal mulai merilis koleksi uniseks atau genderless, menawarkan potongan dan desain yang bisa dikenakan siapa saja.

Material nyaman, potongan longgar, dan palet warna netral seringkali menjadi ciri khas koleksi ini, mencerminkan preferensi Gen Z akan kenyamanan dan keserbagunaan.

Mengapa Genderless Fashion Begitu Relevan?

Ada beberapa faktor yang mendorong popularitas genderless fashion di kalangan Gen Z. Pertama, generasi ini tumbuh di era yang lebih terbuka dan menerima keberagaman identitas.

Kedua, mereka sangat terhubung dengan media sosial, di mana influencer dari berbagai latar belakang secara aktif menunjukkan gaya personal mereka, menginspirasi banyak orang untuk keluar dari kotak.

Lebih dari itu, genderless fashion juga bisa diartikan sebagai bentuk pemberontakan halus terhadap konsumerisme berlebihan dan penekanan pada identitas yang lebih otentik.

Alih-alih membeli pakaian hanya karena "wah lagi trending buat cowok/cewek", mereka memilih berdasarkan kenyamanan, kesesuaian dengan kepribadian, dan nilai-nilai yang mereka yakini.

Fenomena gaya tanpa gender ini bukan hanya sekadar estetika, melainkan cerminan perubahan sosial yang lebih dalam. Gen Z, melalui pilihan busana mereka, menegaskan bahwa identitas itu cair, ekspresi itu tak terbatas, dan kenyamanan serta keaslian adalah kunci utama dalam menentukan apa yang mereka kenakan. (yna/edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#keberagaman #Sosial #Trending #individualitas #identitas #busana #genderless fashion #tren #media sosial #Gen Z #fashion