Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Melemah, Industri Rokok di Bojonegoro Tetap Stabil

M
Penulis: M. Irvan Romadhon❯
INDUSTRI ROKOK : Pekerja pabrik rokok di Bojonegoro tengah melakukan proses produksi. (HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)
INDUSTRI ROKOK : Pekerja pabrik rokok di Bojonegoro tengah melakukan proses produksi. (HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) belum memberikan dampak signifikan terhadap industri rokok di Kabupaten Bojonegoro. Hingga Kamis (5/6), aktivitas produksi di sejumlah perusahaan rokok masih berjalan normal.

Berdasarkan data pasar valuta asing, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat berada di kisaran Rp18.037 per dolar AS. Namun, kondisi tersebut belum memengaruhi kinerja produsen rokok lokal yang sebagian besar menggunakan bahan baku dalam negeri.

Advertisement

Direktur Koperasi Kareb, Sriyadi Purnomo, mengatakan pelemahan rupiah tidak berdampak langsung terhadap kegiatan produksi rokok lokal. Menurut dia, pasokan bahan baku yang berasal dari dalam negeri membuat industri rokok relatif lebih tahan terhadap gejolak kurs.

“Kalau untuk produk lokal masih aman,” ujarnya.

Advertisement

Sementara itu, Direktur PT Barokah Angling Dharmo Mitra Produksi Sigaret (MPS) Kalitidu, Widiarto, mengaku belum dapat memberikan penilaian terkait dampak pelemahan rupiah terhadap penjualan rokok. Pasalnya, perusahaan yang dipimpinnya hanya bergerak di bidang jasa pelintingan dan pengepakan rokok, sehingga tidak terlibat langsung dalam pemasaran produk.

Meski demikian, Widi mengungkapkan bahwa volume produksi di perusahaannya mengalami penurunan dan saat ini berada pada kapasitas terendah dalam hampir satu tahun terakhir. “Produksi kami saat ini berada pada tingkat paling minim,” katanya.

Namun, ia tidak merinci besaran penurunan produksi yang terjadi. Menurutnya, penyebab pasti menurunnya kapasitas produksi juga sulit dipastikan karena perusahaannya hanya berperan sebagai mitra produksi, bukan produsen utama yang menentukan volume pesanan.

“Kami hanya mitra produksi, sehingga tidak mengetahui secara detail faktor yang memengaruhi penurunan tersebut,” tambahnya. (irv/zim)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

DKPP Bojonegoro Proyeksikan Luas Tanam Tembakau 16.000 Hektare pada 2026

DKPP Bojonegoro Proyeksikan Luas Tanam Tembakau 16.000 Hektare pada 2026

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro menargetkan luasan tanaman tembakau 16.000 hektare (ha), target tersebut lebih tinggi dibanding realisasi luas tanam tembakau pada 2025 sekitar 15.000 ha.

Di Bawah Bayang-Bayang Dolar

Di Bawah Bayang-Bayang Dolar

Harga berbagai barang ikut naik. Jajanan di pinggir jalan seperti tempe goreng, martabak, hingga aneka makanan berbahan tepung pun ikut terdampak. Pedagang terpaksa menaikkan harga karena biaya produksi membengkak.

Buruh Rokok Keluhkan Harga Kebutuhan Pokok Kian Mahal

Buruh Rokok Keluhkan Harga Kebutuhan Pokok Kian Mahal

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai dirasakan masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk kalangan buruh. Dampak yang paling terasa adalah kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok yang semakin

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer