Di bagian matanya berwarna hitam. Sedangkan, kepala hingga sebagian sayapnya berwarna abu-abu, serta ujung sayap dan ekornya berwarna hitam. Sementara di bagian dadanya berwarna coklat muda gradasi warna putih.
Dulunya burung bentet kelabu tak terlalu digemari. Hanya segelintir orang yang merawat burung dengan nama latin lanius schach tersebut. Namun, kini burung bentet kelabu memiliki banyak peminat.
Sekilas burung tersebut tampak beringas. Padahal, burung cendet memiliki kicau yang merdu. Saat berkicau, burung cendet menegakkan badannya seakan memberi hormat kepada pemiliknya. Seperti burung cendet milik Sonny Alfeno, pehobi burung yang berdomisili di Perumahan Planet Green, Kelurahan Tlogoanyar.
Saat ditemui di rumahnya, pria yang akrab disapa Momon ini mengacungkan jari ke arah burung untuk menggoda. Burung cendet tersebut merespon dengan kicauan. Apalagi saat sangkar burung cendet satunya dibuka, membuat keduanya saling sahut menyahut.
‘’Untuk burung kalau sering digoda itu tidak bagus, karena jadi terbiasa,’’ ucap pria yang sudah merawat burung cendet sejak Tahun 2014 tersebut.
Momon baru ikut berbagai perlombaan sejak Tahun 2017. Tidak hanya di dalam daerah, tapi juga perlombaan di luar daerah. Seperti Ponorogo, Sidoarjo, Surabaya, Gresik, dan Tuban. Momon biasanya membeli cendet yang masih kecil, atau yang sudah mabung (bulu rontok dua kali). Terpenting, bagi dia, burung tersebut memiliki dasar yang bagus.
‘’Karena kadang di video bagus, tapi saat lomba tidak berkicau. Jadi kalau membeli burung langsung ke toko atau lapangan,’’ ujar pria berusia 42 tahun ini.
Harga burung cendet usia tiga bulan bervariasi antara Rp 175 ribu hingga Rp 350 ribu per ekor. Burung yang sudah menyabet juara, harganya melambung tinggi. Misalnya juara tingkat lokal saja harganya mencapai Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta per ekor.
‘’Burung yang sudah prestasi di event minimal harga Rp 5 juta, bahkan bisa lebih sampai puluhan juta,’’ ujarnya.
Memahami karakter burung cendet menjadi hal yang penting. Mulai dari mandi dan memperhatikan karakter suara burung. Menurut dia, perawatan tiap burung berbeda-beda. Burung cendet miliknya, ada yang dijemur dulu lalu mandi. Burung cendet lainnya ada yang mandi dulu lalu dijemur.
Untuk kebersihan kandang harus selalu dijaga. Momon intens membersihkan kandang dan mengganti air minum setiap pagi. Sedangkan, pakan diganti tiap tiga hari sekali.
‘’Makanan selain por, juga menggunakan jangkrik untuk ekstra fooding. Burung cendet ini pada dasarnya predator, jadi bagus dikasih ekstra fooding,’’ terangnya. (sip/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto