Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Kreasikan Limbah Plastik Menjadi Meja dan Kursi

M. Yusuf Purwanto • Sabtu, 5 November 2022 | 18:43 WIB
KREATIF: Sejumlah siswa SMPN 2 Lamongan mengurangi sampah dengan ecobrick. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
KREATIF: Sejumlah siswa SMPN 2 Lamongan mengurangi sampah dengan ecobrick. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
LAMONGAN, Radar Lamongan - Di sela jam istirahat, sejumlah siswa SMPN 2 Lamongan sedang asyik bersantai di kursi ecobrick. Yakni, kursi terbuat dari botol plastik berisi limbah plastik yang diikat kencang. Sejumlah botol itu disusun rata dan ada satu yang dibalik, guna memunculkan keseimbangan dan kekuatan ketika diduduki.

 

Koordinator Lingkungan Hidup SMPN 2 Lamongan Hanik Suparti menuturkan, siswa-siswi diajak untuk peduli terhadap lingkungan, dengan memungut sampah plastik. Kemudian, sampah ini dikumpulkan dalam botol dengan berat antara 200 gram hingga 300 gram per botol.

 

Sampah yang dimasukkan botol itu harus dalam kondisi kering, supaya tidak menimbulkan bau. Selanjutnya, sampah dengan berat tertentu tadi dikumpulkan menjadi satu dan disusun menjadi kursi.

 

‘’Tadinya ini kegiatan saat tahun ajaran baru, kemudian berlanjut sampai sekarang dan jadi kegiatan mingguan,” ujarnya.

 

Hanik menjelaskan, ecobrick ini bisa digunakan kursi, meja, dan dikreasikan bentuk lain yang diinginkan. Sebab, botol plastik yang diisi dengan limbah non-biologikal ini memiliki fungsi untuk dimanfaatkan kembali. Sehingga, limbah plastik maupun kain perca yang tadinya tidak bisa digunakan dan sulit terurai, nantinya bisa digunakan sebagai bahan baku pembuatan kursi dan meja.

 

Dia mencontohkan satu kursi mini membutuhkan 19 botol yang terikat. Jika satu botol plastik berisi limbah 300 gram, berarti satu kursi bisa mengurangi 5.700 gram sampah di sekitar.

 

‘’Kalau semua orang memiliki keinginan sama, berapa sampah yang bisa dikurangi setiap bulannya,’’ imbuhnya.

 

Program mengumpulkan sampah plastik dalam botol rutin dilakukan setiap minggu. Kemudian setiap dua minggu sekali dilakukan diskusi. Salah satunya membahas tentang rencana selanjutnya.

 

Program kepedulian terhadap lingkungan cukup banyak. Di antaranya pembuatan kursi ecobrick hingga taman vertikal garden dari bahan bekas. Menurut Hanik, belum semua siswa merespon baik kegiatan mengumpulkan sampah plastik ini baik. Tidak sedikit siswa yang merasa belum perlu.

 

‘’Sehingga harus dilakukan pendekatan lagi,’’ pungkasnya. (rka/ind)

Photo
Photo
SEDERHANA: Sampah plastik dimasukkan ke dalam botol bisa dikreasikan menjadi meja, kursi, dan benda bermanfaat lainnya. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG) Editor : M. Yusuf Purwanto
#Sampah #Limbah Platik #lifestyle #lamongan #Botol Plastik