Oleh:
Dr. Syahmi Amar, SpA
Anggota IDI Cabang Bojonegoro / Dokter Anak RS Aisyiyah Bojonegoro
SAHUR bukan sekadar makan sebelum azan Subuh, tetapi bekal energi agar anak tetap bertenaga sepanjang hari. Untuk sahur pada anak pilihlah menu dengan gizi seimbang: karbohidrat kompleks seperti nasi, roti gandum, atau oatmeal agar energi dilepas perlahan.
Tambahkan protein dan lemak dari telur, ayam, dan daging supaya anak merasa kenyang lebih lama, tidak cepat lemas dan kebutuhan gizi anak tetap terpenuhi. Sayur dan buah tetap diperlukan karena serat membantu pencernaan tetap lancar selama puasa.
Hindari makanan terlalu manis dan minuman bersoda saat sahur karena dapat membuat gula darah cepat naik lalu turun drastis, sehingga anak mudah lapar dan mengantuk. Cukupi kebutuhan cairan agar tubuh tetap terhidrasi.
Yang tak kalah penting, bangunkan anak dengan suasana menyenangkan, bukan terburu-buru. Sahur yang tenang membantu anak makan dengan cukup. Dengan pola sahur yang tepat, puasa bukan hanya melatih ibadah, tetapi juga membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini. (*)
Editor : Yuan Edo Ramadhana