RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Setelah dua tahun menjabat, CEO X (dulu Twitter), Linda Yaccarino memutuskan mundur dari jabatannya pada Rabu (9/7). Tangan kanan Elon Musk tersebut mengumumkan pengunduran dirinya melalui media sosial pribadinya.
Linda sendiri tidak mengungkap mengapa dia mengundurkan diri. “Saat Musk dan saya pertama kali membahas visi untuk X, saya yakin momen tersebut menjadi kesempatan langka untuk membawa perusahaan menjalankan misi yang luar biasa. Sehingga saya berterima kasih atas kesempatan yang diberikan,” ujar Linda.
Elon sendiri tidak banyak bicara dan hanya memberikan respon singkat. “Terima kasih atas kontribusi Anda,” ujarnya. Linda sendiri telah bergabung ke jajaran eksekutif X sejak 2023 lalu, setelah berpindah dari NBCUniversal selaku kepala departemen iklan.
Meskipun tidak menyebutkan alasan resmi, mundurnya Linda ditengarai disebabkan oleh perbedaan visi antara Linda dan Elon mengenai penggunaan dan komersialisasi kecerdasan buatan (AI). Terlebih, menurut New York Times, Elon memindahkan X ke dalam perusahaan AI miliknya, xAI, yang terkenal sebagai produsen AI Grok.
Selain itu, Linda sudah jauh-jauh hari merencanakan mundur dari jabatannya, namun insiden update Grok minggu ini mempercepat keputusannya. Diketahui, xAI meluncurkan pembaruan untuk mengurangi batasan input yang dapat dimasukkan pengguna, namun hasilnya malah membuat Grok dapat mengutarkan ideologi radikal dan ujaran kebencian.
Dalam media sosialnya, Elon menjelaskan bahwa akibat pembaruan tersebut, algoritma Grok tiba-tiba menjadi ‘polos’ sehingga terlalu patuh dan mudah dimanipulasi pengguna. Akibatnya materi-materi tersebut lolos dari sensor, dan Elon berjanji memperbaiki hal tersebut.
Meskipun Linda tidak berkomentar tentang insiden tersebut, Linda terkenal sebagai tangan kanan Elon dalam urusan hukum. Kebetulan, Linda sering dipanggil ke pengadilan Amerika Serikat mengenai tuduhan ujaran kebencian yang merebak di X.
Di luar urusan teknologi, beberapa pengamat mempercayai ada perbedaan visi antara Linda dan Elon dalam urusan iklan. Selain itu meskipun menjabat sebagai CEO, mayoritas keputusan perusahaan masih dipegang oleh Elon, sehingga tidak memberikan ruang gerak untuk Linda.
“Meskipun banyak pemasang iklan yang kembali ke X di bawah kepemimpinan Linda, mereka tidak sering memasang iklan, terlebih dengan kelakuan Elon di media sosial,” ujar CEO AJL Advisory, Lou Paskalis kepada New York Times.
Peneliti dan wakil presiden agensi Forrester, Mike Proulx juga berpendapat serupa. “Benar jabatannya CEO, tapi tupoksi yang diberikan Elon kepada Linda lebih mengarah ke kepala bidang iklan, karena pada akhirnya X merupakan perusahaan milik Elon,” jelas Mike kepada BBC.
Sepanjang karirnya di X, Linda menjadi ujung tombak dalam usaha X mengembalikan pengguna mereka. Salah satu usaha Linda yang paling terkenal adalah mengenalkan Community Notes, memberikan ruang bagi pengguna untuk menandai hoax dan meluruskan fakta. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana