Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Radar History: Saat Lima Sekolah Terancam Batal Ujian Akibat Semburan Gas di Blora 2002 Silam

Yana Dwi Kurniya Wati • Minggu, 1 Maret 2026 | 08:15 WIB

MEMBARA: Kobaran api di lapangan gas Kecamatan Randublatung pada 2002 silam berdampak kesehatan hingga pendidikan.
MEMBARA: Kobaran api di lapangan gas Kecamatan Randublatung pada 2002 silam berdampak kesehatan hingga pendidikan.

 

Kebocoran pipa di Randublatung Blok A (RBT-A) eksplorasi PT Pertamina Daerah Operasi Hulu (DOH) Jawa Bagian Timur Cepu, Blora berdampak terhadap proses pendidikan.

Tepat 24 tahun lalu, 28 Februari 2002, lima sekolah diliburkan. Akibatnya, ratusan murid terancam tak bisa mengikuti tes catur wulan.


Lima sekolah itu meliputi MTs Jompong, SMP Muhammadiyah, SDN 8 Sumber, serta SDN I, II, dan VIII Desa Sumber, Kecamatan Kradenan. "Sudah tiga hari kelima sekolah itu tidak ada muridnya, terpaksa libur. Aktivitasnya terganggu suara gemuruh dari pusat semburan gas liar," tutur Kepala Cabang Pendidikan Nasional Kecamatan Kradenan, Subariun.

Menurut dia, jumlah siswa terdampak sekitar ratusan murid. Yang dikhawatirkan, terang dia, adalah gagalnya mereka mengikuti ujian catur wulan yang sudah diputuskan. "Saya akan koordinasi dengan pak camat untuk mencari pemecahan," imbuhnya.

Camat Kradenan Suharto saat ditemui di kantornya mengatakan, akan membantu menyediakan ruangan kantornya yang masih kosong untuk tempat ujian. "Kantor ini bisa dijadikan tempat ujian untuk sementara," katanya.

Namun, karena kantornya tak mungnkin menampung ratusan murid lima sekolah, pihaknya juga akan meminta bantuan kepada sekolah-sekolah lain yang tidak terganggu agar membantu menyediakan tempat. Sehingga, ratusan murid sekolah tersebut bisa mengikuti ujian.

Soal nasib pengungsi, Suharto mengatakan, sudah tiga hari kantornya penuh pengungsi. Bukan hanya pendopo kantor, ruangan kantor juga dipenuhi para pengungsi yang kebanyakan balita dan ibu-ibu. Termasuk rumah dinasnya.

Menurut Suharto, dari data terakhir, warga yang mengungsi berjumlah 1.097 jiwa dari empat dusun, di antaranya Sumber, Jomppong, Ngayam, dan Jati. Sebanyak 747 pengungsi ditempatkan di kantor kecamatan. Sedangkan, 350 pengungsi lainnya tinggal di rumah saudara-saudara mereka di Desa Sumberejo, Kecamatan Randublatung.

Sementara yang mendapatkan perawatan karena mengeluh panas, pusing, dan sakit perut ada 66 jiwa. Dan, ada dua pengungsi yang sesak napas dan dirawat ke RSU Cepu. "Selebihnya, selama tiga hari para pengungsi dalam kondisi baik-baik," tambah koordinator pengungsi dari PT Pertamina DOH Jabati Cepu Asep Sudrajat.  (yna/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#ujian #sekolah diliburkan #gas #Pendidikan #cepu #semburan gas #randublatung #Kebocoran Pipa #gas bumi #Sekolah #kradenan #blora