Berawal dari tertarik video Bahasa Inggris di Youtube, Varizha Ashadiya Wardatul Jannah terus belajar. Hingga akhirnya bisa berprestasi di Olimpade Bahasa Inggris tingkat nasional.
IRVAN RAMADHON, Bojonegoro
KETERTARIKAN Varizha Ashadiya Wardatul Jannah pada bahasa asing, terutama Bahasa Inggris sudah telihat sejak kecil. Pada usia 3 tahun Izha sudah belajar sendiri melalui youtube. Tak sampai di situ, siswi kini berusia 9 tahun tersebut terus belajar dan sering bertanya ke sang mama.
‘’Sedikit demi sedikit akhirnya terbiasa menggunana Bahasa Inggris,” ungkap siswi SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro tersebut.
Seiring berjalannya waktu Izha menjadikan belajar Bahasa Inggris sebagai hobi. Sehingga tanpa dipaksa atau diingatkan selalu belajar. Hasilnya kemampuannya bisa dibilang di atas rerata anak seusianya.
Izha mulai mengikuti berbagai kompetisi dan olimpiade baik tingkat kabupaten, nasional maupun propinsi dari kelas 1 SD. Walau awalnya ragu karena di kompetisi tingkat provinsi dan nasional pesertanya ratusan bahkan ribuan.
‘’Awalnya grogi, tidak percaya diri (PD) tapi pada akhirnya karena sering mengikuti, menambah PD dan bisa berhasil meraih Peraih Medali Perunggu Bahasa Inggris Level 2 Higher Order Thinking Skills (HOTS) Competition 3 Tinkat Nasional 2025,” ungkap siswi asal Desa Sumberagung, Kepohbaru itu.
Setiap mengikuti kompetisi atau olimpiade Izha niatnya sekalian jalan-jalan, jelajah kampus, dan tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi. Sehingga tidak merasa terbebani.
‘’Momen paling disuka, ketika pengumuman juara dan mendapatkan juara,” ungkap Juara 3 Olimpiade Bahasa Inggris Festival Anak Berprestasi Indonesia (FABI) Se-Jawa Bali 2025 itu.
Izha merasa senang mengikuti berbagai kompetisi dan olimpiade. Karena bisa menambah banyak pengalaman, teman, kenalan, dan pengetahuan baru yang seru di setiap kompetisi. Namun tantangan dihadapi terkadang rasa capek.
‘’Tapi dengan semangat capek itu akan hilang dengan sendirinya dan berganti bahagia,” jelas siswi kelas 3 tersebut.
Izha mengikuti olimpiade untuk mengasah kemampuan Bahasa Inggris yang dimiliki untuk berkompetisi. Selain itu ingin membawa nama baik sekolah. Juga membuat orang tua bangga.
‘’Tentu saja suport dari orang tua yang terbesar. Terima kasih mama yang selalu setia membimbing, ayah yang selalu siap mengantar dan mensupport,” ungkap Juara 1 Tingkat Provinsi Jenius Sains Olympiad (JSO) Bahasa Inggris 2025. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana