Keahlian Meirina Suminartyningsih dalam dunia handicraft tidak diragukan lagi. Selain berhasil menjual hasil karyanya hingga ke berbagai daerah. Perempuan 48 tahun tersebut juga menjadi pengajar pembuatan kerajinan handicraft hingga ke luar pulau.
DEWI SAFITRI, Bojonegoro
JEJERAN karya handicraft terlihat memukau dengan beragam bentuk dan motif. Keindahan rupa dibalut dengan nilai seni melekat kuat membuat karya-karya handicraft itu tampak indah. Terpajang rapi di atas rak kayu bertingkat membuat siapapun yang melewatinya ingin singgah.
Tidak hanya untuk melihat dan menikmati keindahannya, namun juga memiliki karya-karya tersebut. Pameran hasil karya Meirina Suminartyaningsih terlihat apik. Tidak hanya dari kejauhan, namun juga setiap detail karyanya terlihat sangat rapi dari kedekatan.
Tak jarang para pengunjung merapat dan terpukau atas hasil karyanya. Bahkan, hasil kerajinannya pernah ludes terjual dalam pameran. ’’Pernah tas decoupage art saya habis terjual dalam pameran,” ujar Ketua Asosiasi Handicraft Jawa Timur wilayah Bojonegoro tersebut.
Tangan ahli perempuan 48 tahun tersebut berhasil menyulap aneka bahan menjadi karya handicraft nan elok rupawan. Hampir seluruh jenis handicraft telah diproduksinya. Mulai dari aneka kerajinan tas, rajut, sulam pita, produk dari kain perca, buket, hingga hantaran.
Perempuan asal Desa Pacul, Kecamatan Bojonegoro Kota tersebut memulai usahanya di bidang handicraft sejak 2015. Tepatnya, setelah memutuskan resign dari tempat kerjanya pada 2014 silam. Karena merasa tidak memiliki kegiatan, Meirina mulai membuat kerajinan tangan.
Sebenarnya, membuat kerajinan tangan sudah menjadi hobi Meirina sejak kecil. Namun, hobi tersebut sempat ditinggalkan karena setelah lulus SMA melanjutkan pendidikan dengan jurusan yang tidak bersangkutan dengan seni.
Kesibukan di dunia kampus hingga kerja membuat Meirina tidak pernah lagi menyentuh hobinya tersebut. ’’Habis kuliah langsung kerja. Kemudian, memutuskan resign dan merasa gabut. Akhirnya, kembali membuat kerajinan tangan hingga sekarang,” kisahnya.
Kerajinan pertama yang dibuat Meirina setelah beberapa tahun vakum dari dunia handicraft adalah kerajinan dari kain flanel. Saat itu, ia dimintai tolong membuatkan kerajinan dari kain flanel oleh keponakannya untuk tugas sekolah.
Dari situ, banyak tetangga sekitar yang menggunakan jasanya untuk hal serupa. Sehingga, Meirina mulai kembali mendalami hobinya. Ia terus belajar mengembangkan keahliannya dari berbagai sumber.
Tekad kuatnya di dunia handicraft berhasil mengantarkannya pada sebuah kesuksesan. Ia menjadi pengusaha kerajinan tangan sekaligus pengajar. ’’Penjual dan pengajar juga. Jadi, menjual produk barang dan jasa,” tuturnya.
Dia mengatakan, sejak 2016 mulai mengajar pembuatan kerajinan di berbagai kegiatan. Tidak hanya di dalam kota Bojonegoro, tapi hingga ke luar kota. Bahkan, ia juga pernah mengajar hingga ke Pulau Kalimantan.
Hal tersebut menjadi suatu pekerjaan menyenangkan bagi Meirina. Selain bisa menghasilkan uang dari hobinya sejak kecil. Ia juga bisa mendapat banyak pengalaman dan menjelajah ke berbagai daerah dengan gratis. ’’Kerja sambil jalan-jalan. Mendapat banyak pengalaman, tahu sana-sini, dan dibayar,” pungkasnya. (*/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana