Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

KEK Bojonegoro: Kemampuan Storytelling Bisa Dorong Pemasaran Produk UMKM

Hakam Alghivari • Sabtu, 7 Maret 2026 | 08:15 WIB

DAGANG ONLINE: Bimbim, seorang host live shopping yang menjual helm mengandalkan platform TikTok.
DAGANG ONLINE: Bimbim, seorang host live shopping yang menjual helm mengandalkan platform TikTok.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Perkembangan e-commerce yang semakin pesat membuka peluang baru dalam dunia pemasaran digital, salah satunya melalui peran affiliator. Model promosi berbasis komisi ini dinilai memiliki potensi besar, termasuk untuk membantu pemasaran produk UMKM di daerah. Menurutnya, skill yang wajib diasah ialah storytelling.

Ketua Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Bojonegoro Mochammad Alfianto menilai, peluang menjadi affiliator masih sangat terbuka seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin mengandalkan platform digital.

“Melihat semakin pesatnya perkembangan e-commerce dan lifestyle yang serba instan, peluang untuk menghasilkan cuan dari affiliator tentunya sangat terbuka lebar,” ujarnya. Ia memperkirakan minat menjadi affiliator akan terus meningkat.

Selain fleksibilitas waktu, potensi penghasilan juga membuat pekerjaan ini diminati berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga ibu rumah tangga. Meski demikian, menjadi affiliator tidak cukup hanya mempromosikan produk.

Alfian menilai kemampuan storytelling menjadi salah satu keterampilan penting dalam menarik perhatian calon pembeli. “Storytelling yang baik, didukung kreativitas, akan memberi nilai tambah dalam promosi produk,” jelasnya.

Selain memahami produk, affiliator juga harus mampu mengaitkan promosi dengan isu yang sedang berkembang di masyarakat agar lebih relevan dengan audiens. Di sisi lain, Alfian melihat peluang kolaborasi antara affiliator dan pelaku UMKM di Bojonegoro masih sangat besar.

“Saya membayangkan ke depan Bojonegoro punya semacam digital marketing centre, tempat bertemunya affiliator dan produsen untuk berkolaborasi,” katanya. Ia menilai konsep tersebut bisa membantu UMKM fokus pada produksi, sementara affiliator menangani pemasaran. Hal itu sekaligus berpotensi menggerakkan ekonomi daerah. (kam/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#mahasiswa #Ekonomi Kreatif #e-commerce #umkm #Gaya Hidup #Ekonomi #storytelling #pemasaran digital #bojonegoro #produk umkm #affiliator