BOJONEGORO.JAWAPOS.COM — Pasar mobil bekas di Kabupaten Bojonegoro masih menunjukkan geliat positif sepanjang 2025.
Kendaraan berjenis Low Cost Green Car (LCGC) menjadi segmen yang paling banyak diminati konsumen, terutama karena faktor harga yang relatif terjangkau dan kemudahan perawatan.
Co-owner Showroom Autoworld Mobilindo, Agus Faisal El-Varis M, mengatakan sebagian besar calon pembeli yang datang ke showroomnya lebih memilih mobil LCGC dibandingkan jenis lainnya.
“Dari banyaknya peminat yang datang, rata-rata lebih memilih tipe LCGC karena faktor harga dan perawatannya yang cukup mudah dan tentunya ramah di kantong konsumen,” ujar Agus saat ditemui di showroom Autoworld Mobilindo.
Showroom yang berlokasi di Jalan Monginsidi, Dukuhan Timur, Desa Pacul, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro tersebut melayani transaksi jual beli serta tukar tambah mobil bekas berbagai merek dan tipe.
Minat konsumen tidak hanya datang dari wilayah Bojonegoro. Agus menyebut pembeli juga banyak berasal dari daerah sekitar dengan pelat nomor kendaraan wilayah Pantura barat Jawa Timur.
“Dilihat dari 2025 ini lebih banyak di daerah plat S, Lamongan, Tuban, Bojonegoro” katanya.
Menurut Agus, kondisi ini menunjukkan mobil bekas masih menjadi pilihan rasional masyarakat daerah untuk memenuhi kebutuhan transportasi, terutama di tengah pertimbangan efisiensi biaya.
Terkait persaingan antar pedagang lain, dirinya menilai hal tersebut sebagai dinamika yang wajar dalam dunia usaha. Justru melihat persaingan membawa dampak positif bagi pelaku bisnis.
“Persaingan jelas ada, tapi dari persaingan tersebut kita bisa lebih mengenal banyak pedagang atau relasi. Tentunya ada manfaatnya juga untuk sirkulasi perputaran uang,” ujarnya.
Bagi konsumen, pelaku usaha mengimbau agar tetap cermat sebelum membeli mobil bekas, mulai dari pengecekan kondisi mesin, kelengkapan dokumen, hingga riwayat kendaraan, guna menghindari risiko di kemudian hari. (kam/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko