RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Beberapa bumbu dapur mengalami penurunan harga dalam beberapa terakhir. Namun, jeruk nipis mengalami kenaikan, dipengaruhi cuaca ekstrem.
"Cabai rawit turun drastis," kata Erna Fitrianto pedagang Pasar Wisata (Parwis) kemarin (21/10).
Erna mengatakan, cabai rawit turun dari harga Rp 32 ribu per kilogram (kg) menjadi Rp 20 per kg. Menurutnya, hal itu karena stok melimpah. Bahkan, pasar turut sepi dalam seminggu terakhir. "Kalau ayam dan telur masih mahal karena MBG (makan bergizi gratis). Yang lainnya juga masih stabil, tomat masih murah," bebernya.
Dia menjelaskan, bawang merah di harga Rp 35 ribu per kg; bawang putih Rp 30 ribu per kg; cabai keriting Rp 42 ribu per jg; cabai lalap Rp 15 ribu per kg; tomat di kisaran Rp 4.000-5.000 per kg; wortel Rp 13 per kg; dan kubis Rp 7.000 per kg.
Namun, lanjut Erna, di sisi lain jeruk nipis naik harga. Dari Rp 13 ribu menjadi Rp 22 ribu per kg. "Jeruk nipis susah (dapatnya) karena cuaca ekstrem. Sudah hampir dua minggu ini," kata perempuan domisili Kecamatan Kota itu.
Andrian pedagang lainnya mengatakan hal serupa. Tren harga cabai tren. Bawang merah yang naik. "Bawang merah yang besar di kisaran Rp 38-42 ribu per kg," kata Dian, sapaan akrabnya.
Terpisah, Raka penjual bawang merah Pasar Gampeng, Desa Banjarejo, Kecamatan Sumberrejo mengatakan, harga bawang merah sedang turun dalam empat hari terakhir.
Belum bisa diperkirakan harga ke depan bakal naik atau stabil. Harus menunggu seminggu terakhir. Saat ini harga di angka Rp 28 ribu per kg dari sebelumnya Rp 31 ribu per kg. "Turun Rp 3.000-an. Karena banyak barang dari luar Jawa. Seperti Padang hingga Sulawesi," imbuhnya. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana