BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pengendara diminta waspada saat perjalanan puncak arus yang sudah berlangsung Minggu (14/4), karena bersamaan dengan berakhirnya cuti bersama.
Sebab lalu lalang kendaraan diperkirakan lebih tinggi dibanding pada arus mudik. Terlebih, tahun ini tidak ada pembatasan angkutan barang yang melintas di Bojonegoro.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro Andik Sudjarwo menyampaikan, bahwa pergerakan masyarakat pasca Lebaran, akan meningkat puncak bertepatan dengan hari terakhir cuti bersama. ‘’Arus balik mulai Minggu 14 April, sampai Senin 15 April,” ungkapnya.
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) puncak arus balik diprediksi lebih padat dibanding arus mudik. ‘’Jika potensi pergerakan masyarakat pada arus mudik 13,7 persen, pergerakan pada puncak arus balik yakni 21,36 persen,” ungkapnya.
Sementara itu, moda transportasi yang paling banyak digunakan selama arus balik dan mudik yakni kereta api (KA) 20,32 persen, bus 19,37 persen, dan mobil pribadi 18,29 persen. Kemudian, sepeda motor 16,07 persen, dan sedikitnya 6 persen memilih menggunakan mobil sewa.
Kemudian, pergerakan masyarakat di Bojonegoro sedikit banyak bakal terpengaruh besarnya tujuan mudik ke Jawa Timur. Sebab, Jawa Timur menjadi provinsi kedua dengan tujuan mudik terbanyak se Indonesia, dengan 19,4 persen dari total penduduk Indonesia atau 37,6 juta orang,
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dishub Bojonegoro Muhamad Aris Hidayatullah mengatakan, sepanjang jalur nasional diprediksi bakal ramai seperti halnya pada arus mudik lalu.
Terlebih, tidak adanya pembatasan angkutan barang yang melintas di Bojonegoro. ‘’Tidak ada pembatasan angkutan barang, namun kami tetap antisipasi,” ungkapnya. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana