Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

CFD Wisata Tebing Gupit di Baureno Bojonegoro Diganti Sore: Ngabuburit Berburu Takjil

M. Irvan Romadhon • Senin, 23 Februari 2026 | 16:49 WIB

 

JALAN-JALAN SORE: CFD WTG diubah sore selama Ramadan, selain mengenalkan potensi wisata juga menggerakkan ekonomi warga.
JALAN-JALAN SORE: CFD WTG diubah sore selama Ramadan, selain mengenalkan potensi wisata juga menggerakkan ekonomi warga.
 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Car Free Day (CFD) di kawasan Wisata Tebing Gupit (WTG), Desa Sumuragung, Kecamatan Baureno, yang baru dua kali digelar kini mengalami penyesuaian.

Memasuki Ramadan, agenda yang semula berlangsung pada Minggu pagi tersebut dilukir ke sore hari setiap menjelang berbuka untuk ngabuburit.

Kepala Desa Sumuragung, Kecamatan Baureno Matasim mengatakan, keputusan itu diambil agar kegiatan tetap berjalan tanpa mengganggu jalannya ibadah puasa.

“UMKM masih jualan kalau sore hari. Jam 16.00 WIB sampai berbuka puasa,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Sebelumnya, CFD perdana yang telah digelar pada 8 Februari lalu dipadati pengunjung. Meski belum resmi diluncurkan, kawasan WTG langsung menyedot perhatian masyarakat, tidak hanya dari Bojonegoro, tetapi juga warga dari Tuban dan Lamongan.

“Panitia sampai tidak menduga, pengunjung membludak dari tiga kabupaten. Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan,” kata Matasim.

CFD tersebut memanfaatkan akses jalan yang telah diperbaiki melalui bantuan keuangan khusus (BKK) tahun anggaran 2025. Hamparan perbukitan dan panorama alam dari ketinggian menjadi daya tarik utama.

Konsep olahraga pagi berpadu wisata alam dinilai menghadirkan pengalaman berbeda dibanding CFD pada umumnya.

Matasim berharap, meski baru digelar dua kali, CFD WTG bisa konsisten dan berkembang. Selain memperkenalkan potensi wisata alam Bojonegoro timur, kegiatan tersebut diharapkan terus menjadi penggerak ekonomi desa.

“Diharapkan bisa menjadi unggulan. Karena jarang ada CFD dengan pemandangan alam seperti di WTG,” pungkasnya.

Camat Baureno Dery Aprilian menilai, CFD WTG merupakan inovasi kolaboratif antara pemerintah desa, melalui BUMDes, kecamatan, dan masyarakat. Tentu dalam menghadirkan ruang publik yang sehat, produktif, dan bernilai wisata.

‘’Fakta bahwa kegiatan ini digelar rutin menunjukkan adanya antusiasme dan partisipasi masyarakat yang baik,” jelasnya.

Menurut Dery CFD WTG mendorong pola hidup sehat masyarakat, memperkuat fungsi ruang publik, sekaligus mengoptimalkan potensi wisata lokal.

Kawasan Tebing Gupit memiliki nilai alam dan daya tarik yang besar, sehingga melalui car free day akan tumbuh aktivitas positif yang mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif desa.

‘’Bazar UMKM di CFD WTG menjadi sarana promosi sekaligus peningkatan pendapatan bagi pelaku UMKM setempat. Tentu meningkatnya kunjungan masyarakat dan wisatawan, perputaran ekonomi desa akan semakin hidup, sehingga berdampak langsung pada kesejahteraan warga,” ungkapnya.

Dery menambahkan, WTG memiliki keunggulan panorama alam, akses yang terus dibenahi, serta dukungan masyarakat yang kuat.

Jika dikelola secara konsisten, tertib, dan berkelanjutan, kawasan ini berpeluang menjadi salah satu ikon wisata unggulan Kecamatan Baureno.

‘’Dengan kebersamaan dan kesadaran bersama, CFD WTG dapat terus berjalan dan memberi manfaat jangka panjang bagi semua,” harapnya. (kam/irv/msu)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#camat #Wisata Tebing Gupit #baureno #ngabuburit #Ekonomi Kreatif #bumdes #wtg #car free day #bojonegoro #cfd #Pemdes #sumuragung