RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sasaran penerima program kolam lele keluarga (Kolega) tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu. Pada 2025 lalu 414 keluarga penerima manfaat (KPM). Namun, di 2026 ini menurun, hanya 335 KPM dengan total pagu Rp 3,8 miliar (M).
Dinas Perternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro menilai program tersebut bakal mampu menurunkan angka kemiskinan dan stunting. Terlebih KPM memiliki sumber pendapatan dan protein hewani.
Kepala Bidang Perikanan Disnakkan Bojonegoro, M. Cholilur Rohman mengatakan, rencana di 2026 sebanyak 335 KPM menerima progran kolega. Terdiri dari 135 KPM penerima kolam buis beton dan 200 KPM penerima kolam terpal bundar.
‘’2025 penerima kolega sebanyak kolam buis beton 134 KPM dan kolam terpal bundar 280 KPM,” jelasnya.
Cholil menjelaskan, KPM penerima program kolega berdasarkan data Damisda Bojonegoro. Tentu melalui verifikasi di lapangan bersama tim verifikasi dinas, penyuluh perikanan dan pihak desa. Kemudian berusia produktif di bawah 60 th, berminat budidaya ikan dan mau melanjutkan budidaya.
‘’Adanya sumber air yang cukup,” ungkapnya.
Menurut Cholil, sebanyak 135 KPM kolam buis beton bakal menerima 2 unit kolam buis beton ukuran tinggi 1 meter diameter 1 meter, benih ikan lele sebanyak 500 ekor, pakan ikan nomor 1 sebanyak 30 kilogram (kg) dan nomor 2 sebanyak 60 kg. Juga probiotik sebanyak 5 botol, serta seser.
Sementara 200 KMP akan mendapatkan kolam terpal bundar diameter 2 sebanyak 3 unit, benih ikan sebanyak 3.000 ekor, pakan ikan nomor 1 sebanyak 60 kg, pakan nomor 2 sebanyak 240 kg, probiotik 3 botol dan seser.
Cholil mengaku tujuan kolega kolam buis beton untuk menurunkan angka stunting dengan menambah gizi dari sumber protein hewani. Sedangkan kolam terpal bundar menurunkan angka kemiskinan, menambah pendapatan keluarga dan mengurangi pengeluaran keluarga setiap harinya.
‘’Masyarakat miskin dapat meningkat SDM-nya terutama ketrampilan dan pengetahuannya. Kemudian masyarakat dapat memanfaatkan pekarangannya untuk budidaya ikan sebagai usaha yang produktif, dan terciptanya pembudidaya ikan merata di seluruh kecamatan,” terangnya.
Sekretaris Disnakkan Bojonegoro Elfia Nuraini mengatakan kolega ada dua jenis. Pertama kolam buis beton mengurangi angka stunting. Kedua terpal bundar untuk menambah pendapatan dan menjadi usaha sampingan keluarga. Sehingga bisa menurunkan angka kemiskinan.
‘’Memanfaatkan potensi lahan pekarangan,” jelasnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana