Penambahan jargas oleh Perusahaan Gas Negara (PGN) masih menanti inisiatif pemerintah daerah setempat.
Subholding Gas PT Pertamina (Persero) PGN Area Head Bojonegoro Muhammad Arif mengatakan, jaringan gas rumah tangga (jargas) bisa menjadi alternatif adanya kelangkaan elpiji 3 kilogram (kg). Namun, pihaknya mengaku tidak bisa serta merta memasang instalasi jaringan gas. Karena proyek pemasangan instalasi pipa gas sendiri harus berdasarkan inisiatif pemerintah daerah (pemda) yang diserahkan kepada Kementerian ESDM.
“PGN bertugas mengelola dan mengoperasikan, dan aset tentu punya pemerintah daerah,” ungkapnya.
Dirinya menambahkan, dari analisa yang dilakukan PGN sebagai pengelola jargas, masyarakat yang berhenti berlangganan ini sebagian besar berasal dari wilayah pedesaan dan dekat hutan.
Mereka sebelumnya untuk kebutuhan memasak masih menggunakan bantuan kayu bakar. Setelah harus membayar, sehingga merasa keberatan. (dan/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto