Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Melawan Kebosanan Enam Bulan Terapi Minum Obat

M. Yusuf Purwanto • Minggu, 21 Mei 2023 | 18:19 WIB
ILUSTRASI  TBC (AINUR OCHIEM/RDR/BJN)
ILUSTRASI TBC (AINUR OCHIEM/RDR/BJN)
BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Anak-anak muda juga rentan terjangkit tuberkulosis (TB). Harus melawan kebosanan rutin meminum terapi obat minimal enam bulan. Apabila berhenti terapi di tengah jalan alias berhenti minum obat, penderita TB harus mengulang dari awal. Bahkan parahnya bisa berubah menjadi TB multi-drug resistant (MDR) yang terapi minum obatnya menjadi dua tahun.

Jawa Pos Radar Bojonegoro mewawancari dua penyintas TB via sambungan telepon. Cahyono pernah terjangkit TB pada Maret 2020 lalu. Pria berusia 32 tahun itu punya riwayat radang tenggorokan. Awalnya mengira hanya radang tenggorokan. ''Anehnya tidak kunjung sembuh, sehingga saya periksa ke dokter paru, karena dada kiri saya sakit,” tutur pria asal Kelurahan Jetak itu.

Cahyo diminta ronsen dan akhirnya hasil diagnosanya menderita TB. Sehingga ia pun harus terapi minum obat selama tujuh bulan. Perjuangan itu minum obat setiap hari, pagi-siang-malam selama tujuh bulan. ''Saya tiap dua minggu tebus obat. Saat itu saya minum dua jenis obat,” ujarnya. Cahyono mengatakan tidak ada efek samping.

''Kalau enggak diniati sembuh, tentu bosan minum obat setiap hari,” katanya.

Terpisah, Hendra Mulya juga mengaku satu bulan pertama terapi minum obat sangat bosan. Karena saat itu saat awal terapi harus minum delapan jenis obat tiap hari. Tapi untungnya pihak rumah sakit terus mengawal. ''Jadi harus semangat untuk sembuh,” tutur pria asal Kelurahan Kepatihan yang kini berdomisili di Surabaya tersebut.

Hendra menderita TB pada 2019 dan menurutnya tertular karena siklus tidur kurang normal dan sering bertemu banyak orang, ketika kondisi kurang fit.

Ia pun telah menjalani terapi minum obat selama enam bulan. Bahkan oleh dokter spesialis paru RS dr. Soetomo Surabaya itu, Hendra tak hanya dironsen, tapi juga dicek darah dan air liur secara berkala. Pihak RS selalu memastikan perkembangan kondisi saya. Bahkan ketika selesai terapi, saya masih dipantau hingga 1,5 tahun,” bebernya. (bgs//rij) Editor : M. Yusuf Purwanto
#Jalani Terapi #Penderita Tuberkulosis #Minim Obat #bojonegoro