‘’Ketika capek, senang, dan sedih. Saya selalu tuangkan melalui gitar,” tutur cewek 20 tahun tersebut.
Hampir setiap hari, Mita mengisi waktu senggang dengan bermain gitar. Dia memiliki keinginan bisa mengedukasi musik. Termasuk memodifikasi pendidikan formal di sekolah dengan gitar.
‘’Saya ingin bisa menciptakan dan mengarang lagu, sehingga bisa mengibur masyarakat,” ucapnya.
Dari gitar, Mita mendapatkan penghasilan dengan mengajar anak-anak memainkan gitar setiap empat kali dalam seminggu. ‘’Zaman sekarang anak muda sudah termakan teknologi. Jadi daripada asyik main gadget, kenapa tidak main gitar, sebagai sarana mengembangkan diri,’’ ujar mahasiswi Unisla tersebut.
Selain memahami skil memainkan gitar, Mita juga memiliki pengetahuan tentang jenis gitar. Diantaranya gitar melodi, gitar bass, dan gitar rhytm. Terkadang Mita juga tampil dalam beberapa acara menggunakan gitar akustik elektrik.
‘’Intinya semua lagu bisa, yang sesuai perasaan saya,” katanya. (sip/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto