BLORA, Radar Bojonegoro - Di bibir sungai Bengawan Solo, Jatmiko dengan kedua anaknya tampak asyik menyiapkan umpan untuk pakan pancingnya. Hamparan gulma air atau eceng gondok bengawan yang menutupi permukaan sungai tak menyurutkan semangat.
Jatmiko ingin mengajarkan anaknya tentang makna mancing dalam kehidupan. Ketika mata pancing terselimuti umpan, ia segera melemparkan ke sungai yang penuh dengan eceng gondok. Gayung bersambut, kedua anaknya juga menirukan aktivitas Jatmiko dengan ukuran pegangan pancing yang sama panjangnya.
Aktivitas memancing sudah dilakukan sejak lama, warga Kecamatan Cepu tersebut sering menghabiskan waktu luang untuk memancing ikan di sungai Bengawan Solo. Baginya hobi yang penuh arti kehidupan. Dirinya ingin mengajak anak-anaknya belajar berusaha dan sabar.
‘’Karena mancing ini hobi bagi saya, sering juga ajak anak-anak. Sambil belajar sabar karena menunggu umpan dimakan ikan,” katanya.
Berselang beberapa menit, umpan disambar ikan berukuran tak cukup besar, hanya sekitar dua jari orang dewasa. Menurut Jatmiko, ikan-ikan yang didapatkannya tak ada yang besar sejak bengawan tercemar limbah.
‘’Masih ada (ikannya), tapi ukurannya kecil-kecil, berbeda sebelum bengawan ada limbah,” terangnya.
Begitupun dengan kedua anaknya, ikan diangkat dari air tidak ada yang berukuran besar. Walaupun tak memuaskan, senyum menyembul di kedua wajah putranya. Terkadang ia yang mengambil ikan dari kail, terkadang anaknya sendiri.
Harmoni ayah dan anak itu terasa hingga fajar merah dari ufuk barat meredup di bawah jembatan perbatasan antar Cepu, Kabupaten Blora-Padangan, Kabupaten Bojonegoro. Meski ikan yang didapat tak cukup banyak, Jatmiko dan kedua anaknya pulang dengan menenteng hasil tangkapan ikan.
‘’Kalau mancing di sini adem, mulai pukul 15.30, pulang menjelang magrib,” katanya.
Ia berharap kondisi Bengawan Solo bisa seperti sedia kala, tidak ada limbah mencemari sungai. Menurutnya, pencemaran berdampak pada ekosistem air terganggu, salah satunya menjamur eceng gondok. Ia sendiri tidak tahu dengan pasti penyebab eceng gondok mulai bertambah banyak.
‘’Kalau eceng gondok sudah biasa musim kemarau, tapi saat ini jumlahnya tambah banyak,” pungkasnya. (luk/bgs)
Editor : Eka Fitria Mellinia