RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Hampir semua orang mengetahui spesifikasi kamera, layar, atau chipset smartphone yang digunakan. Namun, tak banyak yang menyadari bahwa setiap ponsel juga memiliki nilai radiasi yang diukur melalui Specific Absorption Rate (SAR).
Angkanya berbeda pada setiap model, bahkan bisa tergolong tinggi atau rendah. Lalu, apakah perbedaan tersebut berpengaruh terhadap kesehatan? Sejumlah penelitian ilmiah memberikan penjelasan yang perlu diketahui sebelum menarik kesimpulan.
Apa Itu Nilai SAR?
SAR atau Specific Absorption Rate merupakan ukuran yang menunjukkan seberapa besar energi gelombang radio dari ponsel diserap oleh tubuh manusia saat perangkat digunakan. Satuan yang digunakan adalah watt per kilogram (W/kg).
Perlu dipahami, smartphone memancarkan gelombang radio untuk terhubung dengan jaringan seluler. Gelombang ini termasuk radiasi non-ionisasi, berbeda dengan radiasi sinar-X atau sinar gamma yang memiliki energi jauh lebih tinggi.
Sebelum dipasarkan, setiap ponsel harus melalui pengujian SAR untuk memastikan nilainya tidak melampaui batas yang ditetapkan regulator.
Di Amerika Serikat, batas maksimal SAR adalah 1,6 W/kg yang diukur pada 1 gram jaringan tubuh. Sementara di Eropa dan banyak negara lain, batasnya 2 W/kg yang diukur pada 10 gram jaringan tubuh. Perbedaan metode pengujian ini membuat angka SAR antarnegara tidak bisa dibandingkan secara langsung.
Baca Juga: Rekomendasi Aplikasi Editing Video dan Audio bagi Pemula, Mudah Digunakan dan Kaya Fitur
Apakah HP dengan Nilai SAR Tinggi Lebih Berbahaya?
Inilah bagian yang paling sering disalahpahami.
Nilai SAR yang lebih tinggi tidak otomatis berarti sebuah smartphone berbahaya. SAR hanya menunjukkan jumlah maksimum energi gelombang radio yang dapat diserap tubuh dalam kondisi pengujian tertentu.
Hingga saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa bukti ilmiah yang ada belum menunjukkan penggunaan ponsel dalam batas regulasi terbukti menyebabkan gangguan kesehatan. Meski demikian, penelitian mengenai paparan gelombang radio masih terus berlangsung.
Pada 2011, International Agency for Research on Cancer (IARC), lembaga di bawah WHO, mengklasifikasikan gelombang radio dari ponsel sebagai Group 2B (possibly carcinogenic to humans).
Klasifikasi ini berarti terdapat bukti yang masih terbatas sehingga diperlukan penelitian lanjutan, bukan berarti ponsel telah dipastikan menyebabkan kanker.
Dengan kata lain, angka SAR sebaiknya dipahami sebagai informasi teknis, bukan ukuran langsung mengenai tingkat bahaya sebuah smartphone.
Baca Juga: Rekomendasi Lensa Kamera Sony untuk Fotografi, Pilihan Terbaik Sesuai Kebutuhan
Mengapa Nilai SAR Setiap HP Berbeda?
Perbedaan nilai SAR dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya:
-
Desain antena pada smartphone.
-
Posisi komponen pemancar sinyal.
-
Frekuensi jaringan yang digunakan.
-
Teknologi komunikasi yang didukung, seperti 4G atau 5G.
-
Metode pengujian sesuai regulasi di masing-masing negara.
Karena itu, dua smartphone dari merek yang sama pun bisa memiliki nilai SAR yang berbeda.
Daftar Smartphone dengan Nilai SAR Tinggi
Beberapa lembaga, termasuk Federal Office for Radiation Protection (BfS) di Jerman, secara rutin mempublikasikan basis data nilai SAR berbagai smartphone.
Berdasarkan data yang dikutip dari Bodywell, Senin (5/1/2026), berikut 10 smartphone dengan nilai Specific Absorption Rate (SAR) tertinggi pada pengujian di area kepala (head SAR).
1. Motorola Edge – 1,79 W/kg
2. TE Axon 11 5G – 1,59 W/kg
3. OnePlus 6T – 1,55 W/kg
4. Samsung Galaxy A13 – 1,27 W/kg
5. Samsung Galaxy S24 Ultra – 1,26 W/kg
6. Samsung Galaxy S24 – 1,23 W/kg
7. Apple iPhone 13 Pro – 1,20 W/kg
8. Google Pixel 7a – 1,20 W/kg
9. Samsung Galaxy S22 Plus – 1,19 W/kg
10. Apple iPhone 13 Mini – 1,19 W/kg
Perlu dicatat, angka tersebut masih berada dalam batas regulasi di negara tempat perangkat dipasarkan. Selain itu, nilai SAR dapat berbeda antara pengukuran pada kepala dan tubuh, serta bergantung pada metode pengujian yang digunakan.
Baca Juga: Rekomendasi Smart TV Terbaik 2026: Pilihan untuk Hiburan, Gaming, hingga Streaming 4K
Cara Mengecek Nilai SAR HP
Jika ingin mengetahui nilai SAR smartphone yang digunakan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan:
-
Melihat spesifikasi resmi di situs produsen.
-
Mengecek dokumen sertifikasi perangkat.
-
Mengakses basis data lembaga regulator, seperti Federal Office for Radiation Protection (BfS) di Jerman atau Federal Communications Commission (FCC) di Amerika Serikat.
Informasi ini umumnya tersedia untuk publik dan dapat diakses secara gratis.
Perlukah Khawatir dengan Radiasi Smartphone?
Berdasarkan bukti ilmiah yang tersedia saat ini, masyarakat tidak perlu panik hanya karena sebuah smartphone memiliki nilai SAR yang lebih tinggi dibanding model lain, selama perangkat tersebut telah memenuhi standar yang berlaku.
Meski demikian, bagi pengguna yang ingin meminimalkan paparan gelombang radio, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan, seperti menggunakan earphone atau speaker saat menelepon dalam waktu lama, menghindari panggilan ketika sinyal sangat lemah, serta tidak menempelkan ponsel ke tubuh terus-menerus saat sedang aktif mengirim atau menerima data.
Pada akhirnya, nilai SAR merupakan salah satu informasi yang layak diketahui konsumen, sama seperti spesifikasi kamera, baterai, atau performa. Memahami arti angka tersebut membantu masyarakat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang benar, bukan karena kekhawatiran yang belum didukung bukti ilmiah. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari