RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Idul Fitri merupakan hari yang dinanti-nanti oleh umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan. Hari raya ini jatuh pada tanggal 1 Syawal dalam kalender Hijriyah dan menjadi momen untuk merayakan kemenangan serta kembali ke fitrah. Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan pada hari raya Idul Fitri adalah sholat Idul Fitri, yang dilakukan secara berjamaah di masjid atau lapangan.
Sholat Idul Fitri merupakan ibadah sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan oleh seluruh umat Islam, baik laki-laki maupun perempuan. Sholat ini memiliki keutamaan besar karena merupakan bentuk syukur kepada Allah setelah menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan. Waktu pelaksanaan sholat Idul Fitri dimulai sejak matahari terbit hingga sebelum masuk waktu Dzuhur. Sholat ini juga diikuti dengan khutbah yang berisi pesan-pesan keimanan, ajakan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, serta nasihat untuk meningkatkan ketakwaan.
Tata Cara Sholat Idul Fitri
Sholat Idul Fitri terdiri dari dua rakaat dengan beberapa perbedaan dari sholat wajib. Berikut adalah tata cara pelaksanaannya:
- Takbiratul Ihram
Sholat dimulai dengan takbiratul ihram sambil melafalkan niat di dalam hati. Imam dan makmum memiliki bacaan niat yang berbeda:
- Niat Imam:
اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا للهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatan li Idil Fitri rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā.
Artinya: "Aku menyengaja sholat sunnah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah SWT."
Baca Juga: Tanda dan Keutamaan Malam Lailatul Qadar dalam Bulan Ramadhan 2025
- Niat Makmum:
اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatan li Idil Fitri rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta‘ālā.
Artinya: "Aku menyengaja sholat sunnah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah SWT."
- Membaca doa iftitah dan Takbir Tambahan
Setelah takbiratul ihram, dianjurkan membaca doa iftitah, lalu melakukan takbir sebanyak tujuh kali di rakaat pertama. Setiap takbir diiringi dengan bacaan:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Allâhu akbar kabîrâ, walhamdu lillâhi katsîrâ, wasubhânallâhi bukratan wa ashîlâ.
Artinya: "Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang."
- Membaca Al-Fatihah dan Surat Pendek
Setelah takbir, dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Fatihah, kemudian disunnahkan membaca Surat Al-A‘la.
Baca Juga: Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga: Bacaan Arab, Latin, dan Artinya
- Gerakan Sholat Seperti Biasa
Selanjutnya, sholat dilanjutkan dengan rukuk, i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, kemudian berdiri untuk rakaat kedua.
- Takbir di Rakaat Kedua
Pada rakaat kedua, sebelum membaca Surat Al-Fatihah, dilakukan takbir sebanyak lima kali. Setelah itu, membaca Surat Al-Fatihah dan disunnahkan membaca Surat Al-Ghasiyah.
- Menyelesaikan Sholat
Sholat dilanjutkan seperti biasa, yaitu rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, hingga salam.
Baca Juga: Santri Bertanya: Apakah Onani Membatalkan Puasa? Ini Jawaban Buya Yahya Menurut Mazhab Syafi'i
- Mendengarkan Khutbah
Jika sholat dilakukan secara berjamaah, maka setelah salam, umat Muslim dianjurkan untuk mendengarkan khutbah Idul Fitri yang disampaikan oleh khatib. Khutbah ini terdiri dari dua bagian yang diselingi dengan duduk sejenak.
Dengan memahami tata cara sholat Idul Fitri, umat Islam dapat melaksanakan ibadah ini dengan lebih khusyuk dan sempurna. Selain itu, hari raya ini juga menjadi momen untuk mempererat silaturahmi dengan keluarga, kerabat, dan tetangga. Semoga setiap Muslim dapat merasakan kebahagiaan serta keberkahan di hari kemenangan ini. (oss/mgg)
Editor : Hakam Alghivari