Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Makna di Balik Hari Raya Idul Fitri

Hakam Alghivari • Minggu, 7 April 2024 | 15:00 WIB

Ilustrasi Idul Fitri
Ilustrasi Idul Fitri

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Dilansir dari Tempo Ramadan, Hari Raya Idul Fitri berkaitan dengan Perang Badar dan Hari Raya masyarakat Jahiliyah yang bertepatan dengan kemenangan kaum muslimin pada Perang Badar dan digelar pada tahun ke-2 Hijriah. Kemenangan ini disambut dengan rasa syukur dan gembira atas keberhasilan perang dan puasa selama satu bulan penuh. Sebab itu pula, tradisi dan ibadah ini menjadi melekat bagi umat muslim.

 Disebutkan dalam hadits bahwa Idul Fitri dirayakan setiap tahun dengan pengaruh budaya orang Persia kuno yakni perayaan pesta pora, menari, dan mabuk-mabukan selama dua hari. Kemudian, Rasulullah menyebarkan islam dengan jalan kebesaran Allah. Hingga akhirnya, Rasulullah mengganti hari raya jahiliyah menjadi lebih baik yang disebut dengan Idul Fitri dan Idul Adha.

“Dari Anas bin Malik, Rasulullah bersabda, kaum jahiliyah dalam setiap tahunnya memiliki dua hari yang digunakan untuk bermain, ketika Nabi Muhammad datang ke Madinah, Rasulullah bersabda: kalian memiliki dua hari yang biasa digunakan bermain, sesungguhnya Allah telah mengganti dua hari itu dengan hari yang lebih baik, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR.Abu Dawud & an-Nasa’i).

Idul Fitri menandakan berakhirnya waktu puasa Ramadhan dan diartikan sering diartikan juga sebagai hari kemenangan. Makna spiritual yang terdapat di dalamnya selain refleksi dan kegembiraan, Idul Fitri juga sebagai waktu untuk amal, yang dikenal sebagai Zakat al-Fitr. Idul Fitri dimaksudkan sebagai waktu sukacita dan penuh berkah bagi seluruh umat Muslim dan waktu untuk membagikan harta kekayaan seseorang kepada mereka yang tidak mampu agar turut berbahagia di hari raya.

Tidak seperti makna kata ‘lebaran’ yang dipengaruhi budaya, Idul Fitri memiliki makna yang berkaitan erat dengan tujuan yang akan dicapai dari kewajiban berpuasa. Tujuan berpuasa yaitu menjadi manusia yang bertaqwa. Idul fitri berasal dari dua kata “id” dan “al-fitri”. Id secara bahasa berasal dari kata aada – ya’uudu, yang artinya kembali. Hari raya disebut ‘id karena hari raya terjadi secara berulang-ulang, dimeriahkan setiap tahun, pada waktu yang sama.

Sedangkan kata ‘fitri’ memiliki dua makna, yaitu suci dan berbuka. Suci berarti bersih dari segala dosa, kesalahan, kejelekan, dan keburukan. Sedangkan fitri yang berarti berbuka berdasarkan pada hadits Rasulullah SAW: ”Dari Anas bin Malik: Tak sekali pun Nabi Muhammad SAW. Pergi (untuk shalat) pada hari raya Idul Fitri tanpa makan beberapa kurma sebelumnya.”

Dari penjelasan makna Idul Fitri di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa Idul Fitri berarti kembalinya seseorang kepada keadaan suci atau keterbebasan dari segala dosa, kesalahan, kejelekan, dan keburukan sehingga berada dalam kesucian atau fitrah. (cha)

Editor : Hakam Alghivari
#makna idul fitri #Lebaran #bojonegoro #mudik